KATA ISTIGHFAR MEMILIKI MAKNA MENDALAM SEBAGAI PERISAI DAN PERLINDUNGAN DARI HAWA NAFSU

KATA ISTIGHFAR MEMILIKI MAKNA MENDALAM SEBAGAI PERISAI DAN PERLINDUNGAN DARI HAWA NAFSU

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah, bukan cuma meminta ampunan. Selama ini kita diajarkan kalau istighfar itu artinya sekadar memohon ampunan. Itu tidak salah, tapi belum lengkap. Bila kita lihat akar kata Bahasa Arabnya menyimpan makna mendalam.

Akar katanya sama dengan helm perang ! Secara bahasa, istighfar berasal dari akar kata (Gh-F-R). Di dalam kamus klasik Lisan al-Arab, akar kata ini menurunkan dua kata : yang pertama, Maghfirah (Ampunan) dan kedua Mighfar (Helm/Pelindung Kepala). Satu akar kata, tapi menghadirkan bayangan visual yang sama sekali berbeda.

Lalu, Apa hubungannya Helm dengan Istighfar ? yaitu helm (mighfar) berfungsi untuk menutupi, melindungi, dan melingkupi kepala dari bahaya. Jadi, waktu kamu mengucap Astaghfirullah, kamu bukan hanya mengucapkan : Ya Allah, saya minta maaf” Tapi kamu sedang mengatakan juga : Ya Allah, lindungi aku, tutupi aku, dan perisai aku !”

Bukan hanya sebuah pengakuan dosa, tapi mencangkup juga permintaan perlindungan dari tiga hal : ditutupi dari rasa malu akibat aib yang terekspos, dilindungi dari dampak buruk dosa itu sendiri, dan dijaga dari nafs (hawa nafsu) yang makin menjauhkanmu dari Allah.

Inilah alasan kenapa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tidak pernah berhenti beristighfar. Beliau bukan hanya sedang meminta ampunan, tapi sedang minta untuk dijaga dari berbagai hawa hafsu yang menjauhkan dari rahmat Allah.

Imam Ibn al-Qayyim berkata dalam kitab Madarij al-Salikin, beliau menjelaskan bahwa ampunan (Ghafara) dari Allah itu mempunyai dua lapis yaitu menutupi dosanya agar tidak terlihat orang lain. Dan melindungi pelakunya dari akibat atau dampak buruk dosa tersebut. Bukan hanya dihapus trek rekornya, tapi kamu juga diselamatkan dari kehancuran yang seharusnya menimpamu!.

Ubah cara pandangmu mulai hari ini. Saat kamu mengucapkan Astaghfirullah jangan hanya ingat pada sebuah penyesalan dosa tapi rasakan permohoman perlindungan juga : Ya Allah. Lindungi dan jaga dari cengkeraman nafsu dan dosaku sendiri. Karena sejatinya, musuh terbesar yang menjajah diri kita adalah hawa nafsu kita sendiri.

Dalam moment menyambut hari kemerdekaan. Mari kita renungkan sudahkah kita benar-benar merdeka ? Sering kali kita merasa bebas, padahal hati kita masih dipenjara oleh nafsu yang sulit dikendalikan. Istighfar adalah langkah awal untuk melepas belenggu itu dan meminta penjagaan dan perlindungan dari Allah.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: