Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah, ada sebuah nasihat yang disampaikan oleh Syekh Yusri Jabr al-Hasani : Janganlah duniamu melalaikanmu dari belajar, dan janganlah belajarmu melalaikan dari beribadah kepada Tuhanmu.
Berikut adalah beberapa bentuk pengamalan dan perenungan dari nasihat di atas : yang pertama, jika dunia diartikan dengan bekerja, mengurus keluarga, masyarakat dan lain-lain, yang pastinya adalah hal yang mulia dalam Islam, itu saja tidak boleh melalaikan dari belajar, apalagi kalau hanya sekedar main dan gurau yang terhitung sebagai hal yang sia-sia.
Lalu, jika belajar yang tidak perlu diragukan lagi kedudukannya dalam Islam, itu saja tidak boleh melalaikan dari beribadah, terlebih hal-hal lain yang kedudukannya di bawah belajar.
Yang kedua, kita harus memiliki persepsi bahwa urusan duniawi jika diniatkan dengan betul, makan akan bernilai ibadah. begitupun dengan belajar, statusnya sebenarnya adalah ibadah. Dengan begitu, belajar, urusan duniawi, dan beribadah tidaklah saling bertentangan.
Yang ketiga, perluas arti ibadah, khususnya ibadah hati, bahwa hakikat ibadah dzikir adalah di dalam hati. Artinya, orang sangat bisa sekali menampilkan dzohir yang sedang bekerja dan bergelut dengan urusan duniawi lainnya, namun batinnya sibuk mengingat-Nya. Apalagi belajar, pastinya sejak awal harus menghadirkan niat yang lurus.
Akhirul kalam, semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk senantiasa menanamkan niat yang lurus dalam ibadah kita, dalam aktivitas belajar kita, serta dalam aktivitas yang terkait dengan urusan duniawi sehingga semuanya tercatat menjadi amal ibadah.

