Lima Perkara Menjauhkan Dari Maksiat

Lima Perkara Menjauhkan Dari Maksiat

Oleh: Dzikri Ashiddiq

Pembaca yang dirahmati Allah Swt, dalam buku Semua Ada Saatnya (Seni Menikmati Hidup Lebih Seimbang), karya, Syaikh Mahmud Al-Mishri, penerjemah, Ustadz Abdul Somad, diterangkan, suatu hari, seorang laki-laki pergi menemui Ibrahim bin Adham, kemudian laki-laki itu berkata, aku adalah orang yang berdosa, sebutkanlah kepadaku apa yang dapat membuatku berhenti melakukan dosa

Kemudian Ibrahim bin Adham berkata, pertama, jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat kepada Allah, maka janganlah engkau makan rezeki dari Allah Swt, laki-laki itu heran, ia bertanya, bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim bin Adham, sedangkan semua rezeki itu datang dari Allah

Ibrahim bin Adham berkata, jika engkau mengetahui itu, apakah layak bagimu memakan rezeki-Nya, kemudian engkau melakukan perbuatan maksiat kepada Allah, laki-laki itu menjawab, tidak wahai Ibrahim bin Adham, kemudian laki-laki itu berkata, sebutkanlah yang kedua

Ibrahim bin Adham berkata, jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat, maka janganlah engkau tinggal di bumi Allah, laki-laki itu terkejut, kemudian ia berkata, bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim bin Adham, sedangkan bumi beserta isinya milik Allah, kemudian Ibrahim bin Adham berkata, jika engkau mengetahui itu, apakah layak bagimu tinggal di bumi milik Allah sedangkan engkau berbuat maksiat kepada Allah, maka laki-laki itu menjawab, tidah wahai Ibrahim bin Adham, kemudian laki-laki itu berkata, sebutkanlah perkara yang ketiga

Ibrahim bin Adham berkata, jika engkau ingin melakukan perbuatan maksiat, maka carilah tempat dimana engkau tidak dilihat oleh Allah, maka lakukanlah perbuatan maksiat di tempat itu, laki-laki itu berkata, bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim bin Adham, Allah Maha Mengetahui setiap perbuatan manusia bahkan yang tersembunyi sekalipun, bahkan Allah Mengetahui dan mendengar langkah kaki semut di atas batu hitam di tengah malam yang gelap gulita, Ibrahim bin Adham berkata, jika engkau mengetahui hal itu, apakah pantas engkau melakukan maksiat kepada Allah, laki-laki itu menjawab, tidak wahai Ibrahim bin Adham, kemudian laki-laki itu berkata sebutkanlah perkara yang keempat

Ibrahim bin Adham berkata, apabila malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka katakanlah kepadanya, tundalah hingga masa tertentu, laki-laki itu berkata, bagaimana mungkin engkau mengatakan demikian wahai Ibrahim bin Adham, sedangkan Allah telah berfirman : Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) memajukannya (QS. Al-A’raf 7 ayat : 34), kemudian Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, jika engkau telah mengetahui hal itu, lantas bagaimana mungkin engkau masih mengharapkan keselamatan, kemudian laki-laki itu berkata sebutkanlah perkara yang kelima wahai Ibrahim bin Adham

Ibrahim bin Adham berkata, jika malaikat Zabaniah (para malaikat neraka Jahanam) datang kepadamu untuk memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam, maka janganlah engkau pergi bersama mereka, seketika laki-laki itu menangis, cukup wahai Ibrahim bin Adham, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, setelah itu laki-laki itu menjadi pribadi yang shaleh ia pun rajin dalam beribadah serta ia senantiasa mengisi umur dan waktunya dengan melakukan berbagai amal-amal kebaikan hingga akhir usianya                  

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: