Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah, Ustadzah Aisyah Farid Binti Syekh Abu Bakar, menjelaskan selama ini kita menganggap mengucapkan Alhamdulillah hanyalah adab dan urutan dalam berdoa. Alhamdulillah, shalawat, berdoa ditutup dengan shalawat dan diakhiri lagi dengan Alhamdulillah. Padahal bila kita renungkan maknanya jauh lebih dalam.
Coba lihat makna Alhamdulillah. Artinya, Segala puji bagi Allah. Kalau dalam bahasa yang lebih sederhana yaitu Terima kasih, ya Allah. Biasanya kita mengucapkan terima kasih ketika sudah menerima sesuatu. Lalu kenapa kita mengawali doa dengan Alhamdulillah, padahal doa itu sendiri belum dikabulkan ?
Sejatinya, ketika Allah menghadirkan keinginan di hati kita untuk berdoa kepada-Nya berarti Allah juga yang akan menghadirkan jalan untuk memenuhi permintaan itu. Maka ketika kita memulai doa dengan Alhamdulillah kita sedang menunjukkan keyakinan kepada Allah. Dan bersyukur bahkan sebelum melihat jawaban dari doa itu.
Alhamdulillah bukan sekadar urutan dalam doa, tetapi ungkapan seorang hamba yang yakin bahwa Allah, Maha Memberi, Maha Mengabulkan, dan Maha Mencukupi. Maka saat berdoa jangan hanya mengucapkan Alhamdulillah sebagai adab. Maka ucapkanlah dengan penuh keyakinan. Karena Alhamdulillah adalah ucapan seorang hamba yang yakin bahwa Allah telah menyiapkan jalan terbaik atas setiap doa yang ia panjatkan.


