Muraqabah

Muraqabah

Oleh: Dzikri Ashiddiq

Muraqabah adalah keadaan merasakan kehadiran Allah Swt di dalam segala kondisi, dalil mengenai muraqabah adalah surat Asy-Syu’ara 26 ayat : 218-219, muraqabah menjadi salah satu prinsip akhlak dalam ajaran Islam

Dengan sikap muraqabah maka seorang hamba akan merasa takut dan malu untuk berbuat dosa meskipun tidak dilihat oleh orang lain  

Pembaca yang dirahmati Allah Swt, terkadang dalam diri manusia tersimpan pikiran-pikiran buruk yang tidak diketahui orang lain, karenanya, setiap orang adalah pengendali dan pengawas bagi diri mereka masing-masing

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili mengatakan bahwa potensi kebaikan akan mengatasi kejahatan yaitu dengan senantiasa merasa ada dalam pengawasan Allah Swt (muraqabah) serta takut akan murka dan siksa-Nya

Pembaca yang dirahmati Allah Swt, dari hal tersebut, yang harus senantiasa ditanamkan dalam setiap jiwa seorang muslim ialah merasa senantiasa diawasi Allah Swt, baik saat sendiri maupun tidak, baik dilihat orang lain maupun tidak, dimana hal tersebut tumbuh dari keimanan yang tinggi dan bukan karena ada ancaman maupun tekanan dari seseorang, itulah muraqabah, yang seharusnya ada dalam pribadi setiap muslim

Allah Swt berfirman : Bagi Allah, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit (QS. Ali-Imran 3 ayat 5) dalam surat lain Allah Swt berfirman : Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada (QS. Ghafir 40 ayat : 19)

Pembaca yang dirahmati Allah Swt, seseorang yang menggunakan akalnya dengan baik, pasti akan berhati-hati dalam berbuat dan bersikap, ia akan menyadari bahwa Allah Swt selalu mengawasi dan mencatat amalnya sehingga ia akan berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menjalani hidup dalam keridaan Allah Swt, itulah orang yang cerdas, lain halnya dengan seseorang yang akal sehatnya telah dikuasai oleh hawa nafsu yang buruk, maka ia akan melanggar setiap larangan Allah Swt dan sungguh ia termasuk orang-orang yang merugi dunia dan akhirat

Akhirul kalam, muraqabah yang tertanam kuat dalam jiwa seorang hamba, maka akan menciptakan pribadi yang istiqomah dalam melakukan amal-amal kebaikan maka hidupnya akan penuh dengan kebaikan, penuh dengan manfaat dan keselamatan dunia dan akhirat dan ia akan mendapatkan limpahan pahala yang besar dari Allah Swt, karena setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang hamba yang dilandasi dengan keimanan dan keikhlasan semata hanya mengharap ridho Allah Swt maka Allah Swt akan membalasnya dengan limpahan pahala yang sangat besar bagi kehidupannya di akhirat kelak     

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: