Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, ada satu malam, di mana Rasulullah dipanggil untuk bertemu Rabb-Nya. Dan dari malam itu, kita bisa mengambil sebuah pelajaran yang sangat berharga.
Adapun diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra Mi’raj yang pertama adalah percaya pada hal yang menurut kita mustahil. Secara logika manusia saat itu, untuk melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestina dalam semalam adalah mustahil.
Namun dalam kuasa Allah tidak ada hal yang tidak mungkin, sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam (QS. Al-Isra ayat : 1).
Pelajaran yang kedua, di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Sebelum peristiwa ini, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mengalami tahun kesedihan karena wafatnya Khadijah RA (istrinya) dan Abu Thalib (pamannya). Dan peristiwa Isra Mi’raj adalah hadiah dari Allah untuk hati Nabi yang sedang sedih.
Pelajaran yang ketiga, Shalat : Mi’raj-nya orang beriman. Berbeda dengan ibadah lain, perintah shalat diterima langsung oleh Nabi. Melalui shalat, kita melepaskan diri sejenak dari urusan dunia untuk terhubung dengan pemilik alam semesta Allah Subhanahu Wata’ala.
Pelajaran yang keempat, Persahabatan dalam kesulitan. Saat orang lain menghujat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang percaya tanpa ragu sedikit pun. Ini menjadi contoh persahabatan sejati yang saling menguatkan di masa sulit dan memiliki kepercayaan yang tidak tergoyahkan.
Momentum Isra Mi’raj bukan hanya moment dalam memperingati perjalanan mulia Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam semata namun lebih dalam lagi mari kita ambil pelajaran-pelajaran berharga yang tersimpan dari peristiwa Isra Mi’raj.


