Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, Syaikh Ahmad Al-Minangkabawi merupakan guru dari para tokoh-tokoh gerakan Islam di Nusantara dimana murid-murid beliau diantaranya, Dr. Abdul Karim Amrullah, Kiai Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Kiai Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama)
Syaikh Ahmad Khathib Al-Minangkabawi lahir di kota Tuo, Minangkabau pada 6 Dzulhijah 1276 H/25 Juni 1860 M, nama Khathib berasal dari julukan ayahnya, Abdul Lathif, yang kemudian melekat pada nama anak-anak dan keturunannya
Saat masih berusia 11 tahun, Syaikh Ahmad Khathib pergi menunaikan ibadah haji bersama ayah, kakek, dan paman-pamannya selesai ibadah haji, kakek dan keluarganya kembali ke Sumatra sedangkan beliau beserta ayahnya menetap di Mekkah, Syaikh Ahmad Khathib muda belajar pada beberapa kuttab di kota Makkah dan menghadiri kajian para ulama di Masjidil Haram
Syaikh Ahmad Khathib sempat kembali ke Nusantara karena diminta oleh ibunya untuk pulang namun, keinginan kuat beliau menuntut ilmu di tanah suci meluluhkan hati orang tuanya Beliau pun kembali ke Makkah untuk belajar dan kelak menjadi ulama besar
Syaikh Ahmad Khathib sangat gemar membaca dan menelaah buku dari berbagai bidang ilmu hal ini membuat beliau menguasai berbagai bidang ilmu diantaranya ilmu hisab, teknik, matematika, ilmu falak, faraidh, geografi, bahkan beliau menguasai bahasa inggris
Seorang saudagar kaya kota Makkah yang bernama Syaikh Muhammad Shalih Al-Kurdiy mengagumi keuletan Syaikh Ahmad Khathib, dalam belajar dan menuntut ilmu sehingga Syaikh Muhammad Shalih juga meminta penguasa Hijaz mengangkat Syaikh Ahmad Khathib sebagai pengajar, imam dan khatib di Masjidil Haram sebab keluasan ilmunya
Pada akhirnya Syaikh Ahmad Khathib diangkat sebagai imam dan pengajar di Masjidil Haram di usianya yang masih 22 tahun, beliau mengajar di Bab Ziyadah yang di hadiri oleh para Ulama dari berbagai negeri termasuk para Ulama dari Nusantara diantaranya para Ulama dari Muhammadiyah, NU juga para ulama-ulama Nusantara lainnya
Syaikh Ahmad Khathib, menaruh perhatian besar terhadap berbagai persoalan di negeri Islam termasuk di Nusantara dimana beliau selalu memotivasi umat Islam Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan semua itu beliau tuangkan dalam karya tulis berupa buku dan ada sekitar 21 buku yang beliau tulis
Syaikh Ahmad Khathib, wafat di kota Mekah pada 19 Jumadil awal 1334 H/Maret 1916 M, dalam usia sekitar 58 tahun dan beliau dimakamkan di Ma’lah
Sumber : 100 Ulama Nusantara di Tanah Suci


