Hijrah

Hijrah

Oleh: Dzikri Ashiddiq

Pembaca yang dirahmati Allah Swt, bersujud dan menangislah serta bermohon kepada Allah, karena Allah selalu memaafkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mengharapkan ampunan-Nya

Dalam hidup yang dijalani oleh setiap manusia senantiasa ada cobaan yang selalu datang untuk menguji keimanan kita, terkadang ujian terasa berat dan sulit, hingga membuat kita terpuruk, namun sesulit apa pun hidup, tetap harus kita jalani, tetap harus kita perjuangkan, karena jika Allah masih berkehendak, hidupmu akan tetap terus berjalan, sekali pun kamu mengatakan, aku sudah tidak sanggup lagi, maka hal ini sama halnya dengan hijrah

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, dalam buku Mengejar Istiqamah Dalam Berhijrah, karya Gina dan Rahmadani, diterangkan dalam proses berhijrah akan banyak lika-liku kehidupan serta ujian yang dihadapi, karena setelah berhijrah, kita akan berusaha mengubah suatu kebiasaan yang sudah bertahun-tahun kita jalani, sering kali kebiasaan tersebut jauh dari nilai-nilai kebaikan maka kita rubah menjadi suatu perbuatan yang bernilai pahala di sisi Allah SWT, dari mulai tidur, makan, berbicara, beraktivitas, hingga tidur kembali, semuanya harus benar-benar terjaga agar terhindar dari hal-hal yang tidak Allah ridhai dan semuanya bisa kita lakukan selama kita bersungguh-sungguh dan senantiasa menjaga hati dengan terus meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT

Mungkin ada perasaan takut, cemas, atau belum siap menerima tanggapan orang lain ketika kita berhijrah maka jangan khawatir karena Allah senantiasa akan menolong hambanya yang bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri

Maka saat kita berhijrah iringilah dengan penuh kesabaraan maka dengan kesabaran itu kita akan mampu melewati setiap hambatan yang menahan langkah kita untuk menuju Allah SWT

Betapa banyak yang ingin berhijrah, tetapi begitu sulit memulai untuk melangkah, sering kali berpikir untuk menjadi pribadi shaleh, sering kali pula keinginan itu terpatahkan karena tidak ada kesungguhan dalam diri kita

Alhasil, keinginan untuk menjadi pribadi yang shaleh hanya sebatas menjadi angan-angan yang tidak pernah terwujud

Aku ingin hijrah, tetapi aku tidak pernah melangkah, aku ingin berhijab, hanya saja aku belum siap, pertanyaannya, mau sampai kapan ? kita berada dalam ketidak siapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik

Saudaraku, jika hijrah harus menunggu saat dirimu telap siap, maka kamu tidak akan pernah merasakan nikmatnya hijrah tersebut, mengapa ? karena setan memiliki berbagai cara untuk menggagalkan niat baik seseorang, maka maukah kamu terkalahkan oleh hasutan setan        

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: