BUKAN SEKEDAR ALHAMDULILLAH

BUKAN SEKEDAR ALHAMDULILLAH

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Ustadz Budhi Ashari Lc, menjelaskan kita selama ini mengira syukur itu mengucapkan Alhamdulillah. Padahal Al-Qur’an mengajarkan bahwa syukur juga berarti : membangun, mengembangkan, dan memaksimalkan potensi yang Allah titipkan.

Mengapa, sebagian orang tidak berkembang atas nama syukur ? Karena mereka mengira syukur berarti puas. Mereka berkata : Alhamdulillah, segini saja cukup. Lalu berhenti belajar, berhenti membangun, dan berhenti bertumbuh.

Padahal, ketika Allah berbicara kepada keluarga Dawud, Allah tidak berkata : Ucapkan syukur. Tetapi, Beramallah wahai keluarga Dawud sebagai bentuk syukur. (QS. Saba ayat : 13). Perhatikan !!! Syukur dalam ayat tersebut bukan sekadar ucapan. Tapi syukur adalah karya, syukur adalah kontribusi, dan syukur adalah memaksimalkan amanah.

Nabi Dawud membangun industri, Nabi Sulaiman membangun peradaban. Lalu Allah menyebut semua itu sebagai : Syukur. Maka pertanyaannya bukan : Sudahkah aku bersyukur ? Tetapi, Apa yang sedang kubangun dari nikmat yang Allah berikan ? Karena orang yang benar-benar bersyukur tidak hanya menikmati nikmat tapi ia mengubah nikmat menjadi manfaat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: