Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, Sesungguhnya Allah mempunyai wadah (tempat), ingatlah wadah itu adalah hati, hati yang paling dekat kepada Allah adalah hati yang senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah, hati yang lembut, bening dan padat
Lalu Abu Abdillah berkata, lembutnya hati adalah takut kepada Allah, beningnya hati adalah persahabatan karena Allah, padatnya hati adalah dalam agama Allah
Dan diantara ketaatan hati adalah beriman kepada Allah, yakin, ikhlas, rendah hati, menasehati kepada orang-orang Muslim, dermawan, berbaik sangka, mengangungkan kebesaran Allah, bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya seperti nikmat Islam, ketaatan dan semua nikmat, sabar atas ujian, bencana dan musibah seperti sakit, ujian dalam kehidupan, meninggalnya orang terkasih, hilangnya harta, dan sabar atas menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala
Serta sabar dalam menjauhi segala larangannya dan berpegang teguh bahwasanya rezeki datang dari Allah, dan menjauhi dunia dalam hal keburukan duniawi, memusuhi hawa nafsu, dan setan, dan cinta kepada Rasulullah Shalalahu alaihi wa sallam, para sahabat, keluarganya (Ahlul bait), para pengikutnya dan orang-orang sholeh, serta ridho dan rela dengan apa yang diberikan kepadanya dan pasrah kepadanya dan lain-lainnya yang termasuk dari keharusan hati yang menyelamatkan
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, Imam Hudzaifah, mengatakan jika seorang hamba melakukan suatu maksiat atau perbuatan dosa, maka di dalam hatinya akan ada titik hitam jika ia kembali lagi melakukan perbuatan dosa maka akan bertambah lagi titik hitam di dalam hatinya sebuah noda hitam sampai akhirnya hatinya dipenuhi noda-noda hitam
Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga dan menjauhkan hati dan jiwa kita dari perbuatan maksiat ada doa yang bisa kita panjatkan agar terhindar dari perbuatan maksiat, berikut doanya, Allahumma inna a’udzubika min munkaraati akhlaaqi wal ‘amaali wal ahwaa
Artinya, Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan-perbuatan dan dari hawa nafsu yang mungkar (HR. Tirmidzi)
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, contoh maksiat hati diantaranya adalah : ragu dalam urusan Allah, merasa aman dari ancaman Allah, berputus asa dari kasih sayang-Nya, sombong kepada hamba-hamba-Nya, riya, ujub dengan ketaatan kepada Allah, hasad, iri hati kepada para hambanya
Dan definisi dari kalimat hasad adalah : tidak senang kepada orang muslim yang memperoleh kenikmatan dari Allah
Dan diantara maksiat hati juga adalah : terus-menerus di dalam maksiat kepada Allah, dan pelit atau kikir dengan apa yang diwajibkan baginya, buruk sangka kepada Allah dan para makhluknya, dan merendahkan apa yang diagungkan dan dimuliakan oleh Allah dari ketaatan, Al-Qur’an, orang muslim, surga atau neraka dan semua dari itu adalah perbuatan maksiat dan keji yang celaka, dan sebagian dari perbuatan tersebut dapat menjerumuskan ke dalam kekafiran, dan kami berlindung kepada Allah dari hal-hal tersebut
Akhirul kalam, Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu
Sumber : Kitab Risalatul Jami’ah

