Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, terdapat tempat-tempat yang mulia dan istimewa bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang harus kita jaga dan muliakan
Diantara tempat-tempat tersebut yang pertama, Al-Haramain, adalah dua Tanah Haram, yaitu Makkah dan Madinah. Tanah Haram Makkah, batas-batas Makkah sebagai Tanah Haram ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika menciptakan langit dan bumi (Shahih Muslim 2412)
Tanah Haram Madinah, batas-batas Tanah Haram Madinah, ditetapkan setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam hijrah ke Madinah (Shahih Muslim 2439)
Yang kedua, Baitul Maqdis (Al-Ardh Al-Muqadassah). Kawasan yang telah Allah tetapkan sebagai tanah suci pada masa Nabi Musa a.s. sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya : Wahai kaumku Masuklah ke tanah suci (Baitul Maqdis) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi (QS. Al-Maidah 5 ayat : 21)
Baitul Maqdis (Al-Ardh Al-Mubarakah). Allah menetapkan kawasan barakah sebelum Nabi Ibrahim a.s. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam (QS. Al-Anbiya 21 ayat : 71)
Yang ketiga, Masjidil Aqsha. Masjid kedua yang dibangun di muka bumi untuk ibadah adalah Masjidil Aqsha, yang dibangun oleh Nabi Adam a.s 40 tahun setelah beliau membangun Ka’bah di Makkah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya : Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam (QS. Ali-Imran 3 ayat : 96)
Abu Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Ya Rasulullah, masjid apa yang pertama kali dibangun di muka bumi ini ? Beliau menjawab, Masjidil Haram. Abu Dzar bertanya, kemudian apa ? Beliau menjawab, Masjidil Aqsha. Abu Dzar bertanya, Berapa jarak waktu di antara keduanya ? Beliau menjawab, Empat puluh tahun (HR. Bukhari dan Muslim)
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Al-Haram perlu diketahui batas-batasnya karena berlaku hukum syariat. Baitul Maqdis juga perlu diketahui batas-batasnya karena kaitannya dengan fadhilah (keutamaannya) diantaranya :
Al-Haram, memiliki batas yang jelas (masih ada tapalnya sampai sekarang) dan berlaku hingga hari kiamat
Al-Muqaddasah (Baitul Maqdis) juga memiliki batas yang jelas, dan batas-batasnya diteliti oleh para ilmuwan Muslim, salah satunya Dr. Khalid El-Awaisi
Kawasan Al-Haram, Ardhul Muqaddasah, Ardhul Mubarakah, Syam, dan Baitul Maqdis adalah bagian dari kawasan besar yang dikenal sebagai kawasan diutusnya para Nabi dan Rasul, yaitu Ard Al-Anbiya (Land of 26 Prophets)
