Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Imam az-Zarnuji mengatakan : Seorang penuntut ilmu harus memilih dengan siapa ia bergaul, dan menjauhi teman yang buruk, sebab tabiat itu bisa mencuri tabiat lainnya.
Imam az-Zarnuji menegaskan : ilmu tidak tumbuh di tanah yang gersang. Teman yang malas, sombong, atau suka meremehkan guru, perlahan menular, merusak adab, hingga ilmu kehilangan ruhnya.
Hari ini, teman belajar bukan hanya orang di kelas. Ia bisa berupa circle WhatsApp, grup Telegram, atau akun media sosial yang kita ikuti tiap hari. Circle yang salah, maka arah ilmu pun bisa melenceng.
Imam az-Zarnuji mengatakan : Hendaknya seorang murid menjauhi teman yang suka bermain-main. Menjaga circle bukan sekadar menjaga pertemanan. Ia bagian dari menjaga keberkahan ilmu, agar yang kita pelajari berbuah manfaat.
Oleh karena itu, hendaknya para pencari ilmu senantiasa lebih teliti, serta memilah dan memilih siapa yang benar-benar baik untuk dijadikan sahabat maupun teman baginya agar ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang berkah yang memberikan manfaat baik di dunia dan di akhirat kelak.
Serta bagi para pencari ilmu jadikan bakti kita kepada orang tua dan akhlak mulia sebagai cahaya yang menerangi setiap langkah serta perjuangan dalam mencari ilmu sehingga ilmu yang telah kita pelajari membawa keberkahan bagi dirinya serta bagi orang-orang di sekitarnya dan lebih luasnya lagi memberikan manfaat serta keberkahan untuk negerinya.
Akhirul kalam, Allahumma inni as’aluka ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa amalan mutaqabbalan. Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik, dan amalan yang diterima.


