PERADABAN ISLAM DIBANGUN DI ATAS ALAM YANG DIJAGA

PERADABAN ISLAM DIBANGUN DI ATAS ALAM YANG DIJAGA

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, pada zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, alam bukan sekadar lingkungan tapi merupakan sebuah amanah yang mesti kita rawat dan kita jaga.

Sebagaimana di Madinah didirikan Hima (kawasan lindung) tempat pohon tidak boleh ditebang dan hewan tidak boleh di buru dengan sembarangan. Inilah bukti bahwa peradaban Islam dibangun dan tumbuh dari prinsip merawat dan menjaga bumi sebelum membangunnya.

Hutan adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk yang ada di bumi ini seperti air, udara yang bersih, pepohonan dan tanam-tanaman, serta keseimbangan ekosistem semua ini menjadi sumber kehidupan dan Allah sudah mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di bumi setelah ia memperbaikinya.

Dalam perjalanan sejarah Islam para Ulama dan Khalifah menjaga wilayah hijau demi terjaganya keberlangsungan rakyat bukan hanya untuk saat ini, tapi untuk generasi mendatang. Jika peradaban Islam maju karena menjaga alam, bagaimana dengan kita saat ini ? dan perlu kita ketahui bahwa merusak alam berarti merusak amanah dan rahmat Allah yang dititipkan.

Maka dari itu mari mulai kembali untuk merawat, menjaga, menanam pohon, dan tidak melakukan penebangan pohon dengan sembarangan, karena ajaran Islam mengajarkan bahwa sebuah peradaban hanya bisa tumbuh di atas bumi yang dijaga dan dirawat sebagaimana pada masa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kawasan hijau dijaga, dan alam menjadi bagian amanah yang mesti dijaga dengan baik.

Hari ini, ketika alam mulai rusak maka saat itu juga kita diingatkan kembali bahwa menjaga alam bukan sekadar bentuk kepedulian, tapi merupakan bagian dari keimanan kita kepada Allah dan setiap pohon serta alam yang kita jaga dan kita rawat akan menjadi sumber keberkahan hidup bagi generasi setelah kita.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: