KETIKA HARTA BICARA

KETIKA HARTA BICARA

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, ada harta yang engkau jaga tapi lupa, ia tidak bisa menjagamu. Hidupnya penuh tumpukan harta dan keturunan. Ia merasa aman, seakan umur panjang sudah menjadi hak miliknya.

Suatu hari, pintunya diketuk bukan oleh tamu biasa tapi oleh malaikat pencabut nyawa yang menyamar sebagai orang miskin. Penghuni rumah menghardik, meremehkan, mereka tidak tahu bahwa tamu itu membawa batas waktu.

Ketika malaikat itu menyebut jati dirinya, pemilik rumah langsung terduduk gelisah. Ia meminta kepada malaikat agar diperlakukan lembut, padahal selama hidupnya ia keras pada dirinya sendiri karena selalu menumpuk harta, tapi menelantarkan akhiratnya.

Malaikat berkata, Berwasiatlah. Nyawamu akan dicabut sebelum aku keluar dari rumah ini. Keluarganya menangis. Kotak demi kotak dibuka di dalamnya tersimpan emas, perak, dan tas penuh harta tersingkap. Ia menatap semuanya lalu mencaci kekayaannya sendiri. Harta, engkaulah yang membuatku lalai dari Rabbku.

Namun hartanya berkata : Jangan salahkan aku. Engkaulah yang memilih jalanmu. Aku mengangkat derajatmu di mata manusia, tapi engkau tidak pernah mengangkat derajatmu di mata Allah. Aku bisa engkau gunakan untuk kebaikan, tapi engkau memilih kejahatan. Aku tanah dan akan kembali menjadi tanah. Engkau pun sama, bedanya hanya pilihanmu.

Ada yang hidup mengejar harta, hingga lupa bahwa harta tidak mengejar siapa pun di kuburnya. Yang memilih baik, akan kembali dalam kebaikan. Yang memilih keburukan, tenggelam bersama keburukannya. Maka hati-hatilah dengan apa yang engkau kumpulkan, karena kelak ia akan bicara tentang siapa dirimu.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: