Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Allah berfirman : Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia (QS. Al-Baqarah ayat : 185). Karena itu, para ulama menyebut Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an.
Membaca Al-Qur’an di bulan ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bentuk menyambut turunnya wahyu. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda : Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. (HR. Tirmidzi no. 2910)
Banyangkan di bulan di mana pahala dilipatgandakan, setiap huruf menjadi investasi akhirat yang tidak ternilai. Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sendiri memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an di bulan Ramadhan.
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata : Jibril menemui Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam setiap malam di bulan Ramadhan dan mengajarkan Al-Qur’an kepadanya (HR. Bukhari no. 4614). Dan pada tahun wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, Al-Qur’an dikhatamkan bersama Jibril dua kali.
Dan para Ulama menganjurkan untuk memperbanyak tilawah di bulan Ramadhan ini. (Majmu Fatawa wa Rasail 20/516). Karena khatam bukan tentang angka, melainkan tentang kedekatan kita bersama Al-Qur’an, tentang memberi ruang lebih besar untuk kalam Allah dalam hidup kita.

