LIMA AMALAN DI BULAN DZULHIJJAH

LIMA AMALAN DI BULAN DZULHIJJAH

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, perintah puasa di bulan Dzulhijjah adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) pada sembilan hari pertama, yaitu tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Waktu utamanya adalah puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah), dengan keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu dan akan datang. Puasa haram dilakukan pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan mengqadhanya bersamaan dengan puasa sunnah Dzulhijjah, bahkan bisa mendapatkan pahala keduanya.

Amalan yang kedua yaitu dengan memperbanyak dzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah amalan sangat dianjurkan, terutama takbir, tahmid, dan tahlil, karena merupakan hari-hari yang paling dicintai Allah. Umat Islam disunnahkan mengeraskan takbir (takbir mutlak) untuk mengagungkan Allah, terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan hari tasyrik. Anjuran ini didasarkan pada firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat : 28 untuk menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.

Amalan yang ketiga adalah perintah qurban di bulan Dzulhijjah didasarkan pada QS. Al-Kautsar ayat : 2, di mana umat Muslim diperintahkan shalat dan berqurban pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha) atau hari Tasyrik (11,12, 13 Dzulhijjah). Hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) untuk mendekatkan diri kepada Allah, meneladani Nabi Ibrahim, dan meningkatkan kepedulian sosial. Penyembelihan di luar waktu tersebut (sebelum Idul Adha atau setelah hari Tasyrik) tidak dianggap sebagai ibadah qurban, melainkan sedekah biasa.

Amalan yang keempat adalah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Ibadah haji wajib dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah (puncaknya 9-13 Dzulhijjah) sebagai salah satu rukun Islam. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu paling utama untuk beramal shalih, termasuk umrah dan qurban, karena pahalanya setara jihad. Umrah dianjurkan di awal Dzulhijjah, namun makruh jika dilakukan saat hari Arafah, Idul Adha, dan Tasyrik.

Amalan yang kelima yaitu dengan memperbanyak amal shaleh di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah (Ashurul Hurum) adalah waktu paling utama untuk meningkatkan amal shaleh, dengan pahala yang dilipatgandakan dan dicintai Allah melebihi jihad. Dan diantara amalan utama di bulan Dzulhijjah ini meliputi puasa 1-9 Dzulhijjah, terutama hari Arafah), berqurban, memperbanyak takbir, dzikir, sedekah, dan ibadah haji.

Serta dengan bertaubat dan menjauhi maksiat : Bersabar untuk tidak melakukan maksiat lahir maupun hati. Karna keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah sangat besar karena berkumpulnya induk ibadah. Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum), di mana pahala amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: