BULAN RAMADHAN SUDAH DEKAT

BULAN RAMADHAN SUDAH DEKAT

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Alhamdulillah bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Islam akan segera hadir yaitu bulan Ramadhan yang penuh berkah, dan kebaikan.

Tentu hanya orang beriman yang menantinya. Karena jika tidak beriman, Ramadhan hanya beban yang memberatkan dan menghilangkan kenikmatan. Dan setiap keluarga mukmin ingin Ramadhannya berjalan dengan maksimal dan berkesan serta meningkat lebih baik.

Hanya saja, sering kali kita baru merasakan bahwa Ramadhan kita dan keluarga kurang maksimal setelah berada di penghujungnya. Salah satu penyebabnya adalah persiapan yang tidak baik karena perjalanan Ramadhan menempuh taman hijau yang menanjak akan nampak indah bagi yang tidak mempedulikan bentuk jalannya.

Dan bagi yang sibuk melihat dan menilai jalannya maka akan nampak terasa melelahkan maka taman hijau di kanan dan kirinya hampir tidak memberikan kesan keindahan dan tidak bermakna baginya adapun bagi mereka yang bisa menikmati keindahan bulan Ramadhan maka mereka akan merasakan keindahan bulan-bulan Ramadhan sepanjang perjalanan dan hari-hari selama bulan Ramadhan.

Perjalanan di bulan Ramadhan itu memerlukan persiapan yang baik agar kita bisa merasakan keindahan dalam bulan-bulan Ramadhan karena gagal dalam persiapan, bisa menimbulkan masalah pada perjalanan. Persiapan itu bukan sibuk mencari tiket jauh-jauh hari, juga bukan sibuk menghitung badget sepanjang Ramadhan dan pulang kampung.
Sehingga sibuk mencari tambahan untuk itu. Persiapan juga bukan memikirkan jenis menu makanan sepanjang Ramadhan.

Kalau demikian, persiapan apa yang diperlukan. Persiapan itu telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada dua bulan sebelumnya yaitu pada bulan Rajab dan Sya’ban. Sebagaimana dalam sabda beliau : Dari Usamah bin Zaid berkata : aku bertanya : Ya Rasulullah aku belum pernah melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain, seperti puasamu di bulan Sya’ban. Kemudian Rasul menjawab : itu adalah bulan yang dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal padanya kepada Robbul alamin. Maka aku ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa. (HR. Nasa’i, dihasankan oleh Al-Albani).

Di dalam hadits ini, Rasulullah mengingatkan kita tentang bulan yang dilupakan yaitu Sya’ban yang ada di antara Rajab dan Ramadhan. Itu artinya, Rajab dan Ramadhan merupakan bulan yang sangat diperhatikan oleh para Nabi dan masyarakat Arab saat itu. Maka dari itu maksimalkan tiga bulan tersebut yaitu Rajab, Sya’ban dan Ramadhan dalam meningkatkan amal-amal ibadah, ketaatan kita kepada Allah serta dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita semoga dengan ini kita dapat meraih limpahan nikmat, rahmat, berkah, ampunan dan ridho dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: