CINTA KEPADA KELUARGA BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW SALAH SATU TANDA IMAN YANG SEMPURNA

CINTA KEPADA KELUARGA BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW SALAH SATU TANDA IMAN YANG SEMPURNA

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah, Fadhilat Maulana Syekh Yusri Jabr al-Hasani menjelaskan, bahwa sifat iri dan dengki, bahkan terhadap sesama keluarga dan kerabat itu merupakan tabiat manusia yang mengikuti hawa nafsu ammarah (mengajak kepada keburukan) dan sudah terjadi sejak zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Di antara yang mengalaminya adalah keluarga dari Bani Abdu Syams dan lainnya. Mereka merasa iri karena Allah Subhanahu Wata’ala, memilih Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dari keturunan Bani Hasyim sebagai penutup para nabi diantara bangsa Quraisy.

Suatu hari Sayyidina Abbas RA berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : Wahai Rasulullah, ketika kami melewati orang-orang Quraisy, mereka sedang berbincang. Namun ketika melihat kami, mereka langsung terdiam. Mendengar hal itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tampak marah hingga terlihat kerutan di dahi beliau.

Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Demi Allah, iman itu tidak akan pernah masuk ke dalam hati seseorang sampai ia mencintai kalian (wahai Abbas dan keluarganya) dan cinta pada kerabatku karena Allah. (HR. Ahmad).

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Wahai kalian, barang siapa yang menyakiti Abbas (paman Rasulullah), maka sungguh ia telah menyakitiku. Karena sesungguhnya paman seseorang adalah sama (kedudukannya) seperti ayah kandungnya. (HR. Ahmad).

Maka secara mafhum mukhalafahnya adalah orang yang tidak cinta kepada keluarga dan kerabat Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, maka imannya tidaklah sempurna. Dan barang siapa yang menyakiti keluarga serta kerabat Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, maka ia telah menyakiti Baginda Nabi. Dan orang yang menyakiti Baginda Nabi, maka ia akan dilaknat dan disiksa.

Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala : Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan di akhirat, serta Allah siapkan bagi mereka azab yang amat menyakitkan. (QS. Al-Ahzab ayat : 57).

Fadhilat Maulana Syekh Yusri berkata : Orang yang di dalam hatinya ada kebencian terhadap Ahlul Bait, maka imannya adalah iman taiwani (palsu), bukan asli.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: