Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, pada bulan Dzulhijjah dan pada hari ini, jutaan manusia sedang memenuhi panggilan-Nya. Ada yang bertalbiyah di Tanah Haram, ada yang berdiri di Arafah membawa seluruh harapannya kepada Allah, dan ada yang menyambut hari raya kurban dengan penuh rasa syukur.
Sementara kita, mungkin belum ada di sana, belum menjadi tamu yang Allah izinkan menatap Ka’bah secara langsung, belum menapakkan kaki di tanah suci yang selama ini hanya kita lihat lewat layar dan doa-doa panjang di sepertiga malam. Namun semoga, meski raga kita belum sampai ke Baitullah, semoga hati kita tidak pernah berhenti berjalan menuju Allah.
Karena kemuliaan bulan Dzulhijjah tidak hanya milik mereka yang sedang berhaji. Allah juga membuka pintu pahala bagi hamba-hamba-Nya di seluruh penjuru bumi yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya. Ada yang beribadah dengan langkah di Tanah Suci, dan ada yang berjuang dengan taubatnya, doanya, istighfarnya, serta kesungguhannya memperbaiki diri di tempat ia berada.
Maka jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu begitu saja. Maka perbanyak takbir, doa, dzikir, istighfar, sedekah, dan amal shalih semampu kita. Sebab bisa jadi, amal yang terlihat kecil di mata manusia justru menjadi alasan Allah mendekatkan kita kepada Rahmat-Nya.
Dan jika tahun ini belum Allah izinkan menjadi tamu-Nya di Baitullah, semoga Allah tetap menjadikan hati kita sebagai hamba yang selalu rindu untuk kembali kepada-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

