Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, ada banyak kisah dimana hasil yang Allah takdirkan beda dari apa yang engkau usahakan dan itu terlihat jelas dalam rangkaian peristiwa Badr. Sebuah momen yang bahkan di luar ekspektasi Rasul dimana saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berencana hanya untuk mencegat kafilah dagang, namun Allah malah pertemukan dengan pasukan siap perang.
Di pertempuran Khandaq juga demikian, Rasulullah dan sahabat menggali parit, bersiaga puluhan hari. Namun Allah akhiri pertempuran itu justru dengan masuk Islamnya komandan musuh, dan angin besar yang merusak tenda musyrikin. Aku berencana, kamu berencana, tapi Allah lah sebaik-baik pembuat rencana. Begitulah kehidupan kita.
Sejak itulah engkau akan menyadari ternyata kurang pas rasanya mengatakan hasil tidak akan mengkhianati usaha. Sebab tugas kita memang berikhtiar, tapi kita beriman bahwa yang melancarkan segalanya bukan semata karena usaha kita, tapi pertolongan Allah.
Lihatlah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Beliau berusaha mengamankan rute hijrah dengan terlebih dahulu bermalam di Gua Tsur namun ternyata pasukan Quraisy menemukan tempat persinggahan Rasul, bahkan nyaris membunuh beliau. Namun Allah genapi ikhtiar Rasul-Nya dengan cara istimewa yaitu dengan adanya sarang laba-laba di mulut gua yang membuat musuh pergi begitu saja.
Seorang pakar sejarah Dr Hamdi Syaheen mengatakan : Bahwa kehidupan Rasulullah adalah gabungan dari ikhtiar yang maksimal, dan tawakal yang total. Karena takdir yang indah dari Allah, dibentangkan setelah seorang hamba mencoba berusaha sekuat kemampuannya. Jika hasil dijadikan ukuran, orang bisa kecewa saat gagal, padahal dalam iman usaha yang benar tidak pernah sia-sia dan nilainya bisa berupa pahala, penguatan jiwa, atau kebaikan di waktu dan bentuk lain.
