Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, tidak ada jarak yang benar-benar jauh bagi hamba yang menjaga ingatannya kepada Allah. Saat langkah kita mulai rapuh, Allah akan menyambut dengan kedekatan yang berlipat.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda : Jika ia (hamba) mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kedapanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari. (HR. Bukhari dan Muslim).
Satu niat baik dibalas dengan rahmat, satu usaha mendekat dijawab dengan kasih yang lebih luas. Karena bagi Allah, setiap hati yang ingin kembali selalu layak disambut. Masalahnya, hati manusia sering salah alamat. Terlalu menggantungkan harap pada dunia. Padahal dunia mungkin mampu mengisi waktu, tetapi tidak pernah benar-benar menenangkan hati.
Ketika dunia dijadikan sandaran utama, wajar jika hati mudah goyah. Karena memang ia bukan tempat pulang. Di titik inilah janji Allah tentang ketenteraman hati menjadi masuk akal. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (QS. Ar-Ra’d ayat : 28).
Ketenteraman hadir bukan hasil dari kontrol atas dunia, tapi dari kembalinya hati kepada Dzat yang menciptakannya. Maka jika hari ini hati terasa berat tanpa sebab yang jelas, itu bukan tanda kita lemah. Itu tanda kita terlalu lama menjauh dari pusat ketenangan yang sesungguhnya.

