Oleh: Rifa Anggyana, S.Pd., M.M.
Ketua Pembina IRMA Provinsi Jawa Barat
Jawa Barat tahun ini genap berusia 80 tahun, sebuah usia yang mencerminkan kematangan sejarah, ketangguhan budaya, dan kekayaan sumber daya manusia yang dimilikinya. Provinsi ini lahir dari perjuangan panjang para pendiri bangsa, tumbuh di atas nilai-nilai luhur, dan berkembang menjadi salah satu daerah yang dikenal karena kreativitas, inovasi, serta keindahan alamnya. Dari ujung pantai di selatan hingga pegunungan di utara, dari suara gamelan hingga lantunan azan di masjid-masjid, Jawa Barat adalah rumah bagi keragaman yang menyatu dalam harmoni. Namun, di tengah pencapaian yang membanggakan ini, kita tidak boleh lengah, sebab tantangan ke depan justru semakin kompleks terutama dalam menjaga identitas dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas orang Sunda.
Sebagai Ketua Pembina IRMA Provinsi Jawa Barat, saya memandang bahwa remaja masjid memiliki posisi yang strategis dan peran yang sangat vital dalam menghadapi tantangan tersebut. Remaja masjid bukan hanya sekadar generasi yang aktif di bidang keagamaan, tetapi juga garda terdepan dalam melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai seperti silih asih (saling menyayangi), silih asah (saling mengasah pengetahuan), dan silih asuh (saling membimbing) adalah identitas moral masyarakat Sunda yang harus terus dihidupkan, dan peran itu dapat dijalankan dengan baik oleh remaja masjid yang berlandaskan iman dan akhlak mulia.
Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas karakter masyarakatnya. Pembangunan fisik akan rapuh tanpa fondasi moral yang kokoh. Di sinilah remaja masjid dapat memberikan kontribusi nyata menjadi pelopor kebaikan di lingkungannya, mengajak teman sebaya untuk menjauhi perpecahan, menyebarkan semangat toleransi, dan menguatkan kepedulian sosial. Dengan hadirnya remaja masjid yang berintegritas, setiap kemajuan teknologi dan inovasi yang hadir di Jawa Barat dapat selaras dengan keluhuran budaya serta ajaran agama.
IRMA Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen membina dan mengembangkan kapasitas remaja agar menjadi teladan dalam setiap aspek kehidupan. Pembinaan ini tidak hanya mencakup penguatan spiritual, tetapi juga pengembangan keterampilan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan pemahaman budaya. Harapannya, generasi muda kita tidak hanya menjadi penerus estafet kepemimpinan daerah, tetapi juga benteng pertahanan nilai-nilai luhur Sunda di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.
Memperingati HUT Provinsi Jawa Barat ke-80 bukan hanya soal merayakan usia, tetapi juga momentum untuk merenungkan kembali peran kita dalam menjaga warisan yang telah dipercayakan oleh para leluhur. Mari kita jadikan momen ini sebagai penguat tekad untuk berkolaborasi antara generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemerintah demi terwujudnya Jawa Barat yang juara lahir batin, maju dalam pembangunan, kokoh dalam keimanan, dan teguh dalam budaya. Sebab, sejatinya, kemajuan yang kita impikan adalah kemajuan yang tidak meninggalkan akar sejarah dan identitas kita sebagai orang Sunda.
