KETELADANAN IBUNDA IMAM BUKHARI DALAM MENDIDIK ANAK

KETELADANAN IBUNDA IMAM BUKHARI DALAM MENDIDIK ANAK

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Imam Bukhari kehilangan ayahnya sejak kecil. Ibunya lalu membangun rumah yang dekat dengan ilmu. Penuh adab, dijaga dengan doa, dan kesungguhan dalam membina, mendidik, dan merawatnya di rumah itu menjadi tempat pertama beliau belajar mencintai ilmu.

Ibunda Imam Bukhari tidak mengejar hasil instan. Yang beliau tanam adalah fokus belajar, cinta ilmu, adab terhadap guru, kesabaran dalam proses. Ternyata hal tersebut sesuai dengan sains dimana berbagai riset longitudinal menunjukkan anak yang tumbuh dalam rumah dengan dukungan emosional, struktur yang konsisten, budaya belajar yang sehat akan cenderung memiliki regulasi diri dan ketekunan belajar yang lebih kuat hingga dewasa.

Hasilnya mengubah dunia yang awalnya dari rumah sederhana itu lahir sebuah karya ilmu yang kita kenal dengan Shahih al-Bukhari sebuah warisan ilmu yang bertahan lebih dari 1.000 tahun. Karena hal besar sering dimulai dari pendidikan yang konsisten.

Dan sebuah pendidikan Islam selalu dimulai dari adab karena dalam Islam, ilmu bukan hanya soal pintar. Tetapi juga soal adab, cara berpikir, dan keteguhan iman. Karena generasi besar dibentuk dari hati yang benar sejak kecil.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: