Oleh: Dr. Rifa Anggyana, S.Pd., S.E., M.M. (Ketua Pembina IRMA Provinsi Jawa Barat)
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati momen krusial dalam sejarah berdirinya tanah air: Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan atau tanggal merah di kalender, 1 Juni adalah momentum refleksi bagi kita semua khususnya generasi muda untuk menengok kembali fondasi rumah besar bernama Indonesia.
Bagi Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Provinsi Jawa Barat, Pancasila bukanlah sesuatu yang asing atau bertentangan dengan nilai-nilai spiritual. Justru, Pancasila adalah titik temu (kalimatun sawa) yang merajut keragaman suku, ras, dan agama di Indonesia menjadi satu kesatuan yang kokoh.
Sila Pertama sebagai Fondasi Spiritual
Sebagai remaja masjid, kita memahami betul bahwa sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, memberikan legitimasi bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beragama dan beradab. Menjadi seorang muslim yang taat sekaligus menjadi warga negara yang pancasialis bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.
Sila pertama mengajarkan kita nilai ketauhidan yang kuat, yang kemudian bertransformasi menjadi sikap memanusiakan sesama (Sila ke-2), menjaga persatuan bangsa (Sila ke-3), mengutamakan musyawarah (Sila ke-4), dan bergerak menciptakan keadilan sosial (Sila ke-5).
Tantangan Remaja di Era Digital
Hari ini, tantangan generasi muda bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan melawan arus radikalisme, polarisasi, hoaks, dan dekadensi moral di ruang digital. Di sinilah Pancasila harus hadir sebagai filter atau penyaring informasi dan ideologi yang masuk.
Remaja masjid harus menjadi pelopor dalam membumikan Pancasila dengan cara-cara yang kreatif dan adaptif:
- Media Sosial yang Sejuk: Membanjiri ruang digital dengan konten dakwah yang santun, toleran, dan mempersatukan.
- Aksi Nyata Sosial: Menjadi yang terdepan dalam membantu sesama tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
- Karakter Juara: Menunjukkan bahwa remaja yang religius adalah remaja yang inovatif, berprestasi, dan cinta tanah air.
Penutup
Jawa Barat memiliki potensi pemuda yang luar biasa. Jika seluruh remaja masjid di Jawa Barat mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dengan nilai-nilai luhur Pancasila, maka pemuda bukan lagi sekadar penonton sejarah, melainkan arsitek peradaban menuju Indonesia Emas.
Mari kita jaga api Pancasila agar terus menyala di dalam dada, membimbing setiap langkah kita dalam berbangsa dan bernegara. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni!
