Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, beliau adalah penulis Maulid Simtuddurar atau yang di Tanah Air ini lebih dikenal dengan sebutan Maulid Habsyi
Beliau merupakan tokoh ulama dan auliya di zamannya yang menjadi rujukan ulama para Bani Alawi, Beliau merupakan ulama yang sangat memiliki perhatian dengan ilmu pengetahuan, kemajuan serta berkembangnya dakwah Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam salah satu majelisnya, beliau menasehatkan
Janganlah tingginya harga dan sedikitnya hujan (karena mata pencaharian sebagian penduduk di Seiwun, Hadhramaut adalah pertanian, jadi air hujan merupakan kebutuhan yang sangat pokok buat mereka para petani) membuat kalian bersedih ketahuilah, sesungguhnya kesedihan paling besar yang melukai hati adalah matinya ilmu dan terhentinya dakwah
Berdakwalah kepada kaum awam ketahuilah, aku telah membuktikan, bahwa orang yang berdakwah kepada kaum awam akan memperoleh penyingkapan rahasia Ilahi wahai keluargaku, jika kalian ingin melanjutkan tugas kaum shalihin, maka berusahalah untuk bersungguh-sungguh dalam berdakwah dan janganlah sekali-kali kalian pedulikan omongan orang niatkanlah dakwah tersebut sebagai usaha menolong risalah Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam
Barangsiapa yang duduk bersama keluarganya, tamu atau penduduk desanya, maka hendaknya ia mengajarkan kepada mereka syarat wajib wudhu, shalat serta kewajiban-kewajiban lainnya setiap orang hendaknya mengajar sesuai dengan ilmu yang dimilikinya
Al-Allamah Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir berkata : Para Ulama Ahlillah seperti pedagang, ada yang bermodal 5 qursy, ada yang 10 qursy, dan ada yang bermodal 100 qursy masing-masing memperoleh keuntungan sesuai dengan modal yang ditanamkan begitu pula para ulama, masing-masing akan memperoleh keuntungan sesuai dengan kedalaman dan keluasan ilmu mereka
Tidak ada yang dapat menyenangkan hati Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam seperti usaha untuk mempelajari ilmu dan menyebarluaskannya ketahuilah, bahwa setiap orang yang menganggap bahwa hanya dirinya yang memiliki kelebihan, maka nasehatnya tidak akan bermanfaat
Namun, orang yang memandang bahwa mereka yang dinasehatinya lebih mulia, maka nasehatnya akan memberikan manfaat dan membekas dalam hati adapun nasehatku yang pertama kali kutunjukkan kepada diriku sendiri aku tidak melihat kelebihan, kecuali pada diri orang lain, bukan pada diriku
Dalam berdakwah, kalian masing-masing hendaknya berdakwah untuk mengajak manusia ke jalan Allah Subhanahu wa ta’ala ketahuilah, jika salah seorang diantara kalian mengajarkan Surat Al-Fatihah kepada orang lain, maka ia telah masuk kedalam golongan da’i (penyeru ke jalan Allah SWT dan Rasul-Nya) ketahuilah, bahwa hadiah paling utama yang dapat diberikan seorang manusia adalah arahannya kepada manusia lain agar mencari ilmu, mengajarkannya dan berdakwah kepada umat manusia
Akhirul kalam, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberi kita taufiq sehingga kita bisa digolongkan dengan orang-orang sholeh. Aamiin
Sumber : Sekilas Tentang Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, karya, Habib Novel bin Muhammad Al-Aydrus

