Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi beliau berkata, pada malam senin 21 Ramadhan 1325 H di rumah beliau, di tempat putera beliau yang bernama Alwi, setelah dilantunkan qasidah beliau yang berawalan : Tidakkah hatiku mengingkari sebagian hal yang telah diketahui olehnya, melainkan agar perkara cinta ini semakin bertambah menyala-nyala
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menulis amal kita dalam lembaran amal yang dikabulkan, semoga Allah menghidupkan hati kita sebagaimana Allah menghidupkan hati orang-orang yang dicintai-Nya. Alhamdulillah, majelis kami senantiasa makmur dengan mengingat Allah dan mengingat Rasul-Nya Shollallahu alaihi wa sallam ketahuilah, ini adalah kehidupan yang indah, umur kalian seluruhnya dipenuhi dengan dzikir
Aku telah bermimpi Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam, pada suatu malam, maka aku pun mengucapkan salam kepada Beliau Shollallahu alaihi wa sallam, lalu Beliau Shollallahu alaihi wa sallam menjawab salamku, Wa’alaikas salam, Beliau Shollallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku : Ketahuilah amalmu dan amal para sahabatmu telah diterima di sisi Allah dan kalian adalah sahabatku
Maka hal ini adalah kabar gembira bagiku dan bagi kalian, dan aku bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat ini dan aku bermimpi melihat Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam di rumah ini berkali-kali
Al-Habib Ali, beliau berkata : Tiada sesuatu yang menakjubkan di dunia ini, melainkan mengingat Nabi yang terpilih (Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam) semoga Allah mendekatkan kita dengan Beliau Shollallahu alaihi wa sallam dan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, di dunia maupun di akhirat, harapan kami kepada Allah, semoga Allah memperlihatkan wajah Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wa sallam kepada kita di dunia, dan Beliau Shollallahu alaihi wa sallam ridha kepada kita
Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, beliau berkata ditengah nasehatnya, usai melaksanakan shalat Tarawih : Pergunakanlah sebaik mungkin malam-malam yang suci ini, waktu-waktu yang suci ini, serta malam-malam di bulan yang mulia ini (bulan Ramadhan) ketahuilah, pada malam-malam ini, berapa banyak hati yang telah dibuka oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk sampai kepada-Nya, sehingga ia sampai kepada-Nya, dan meraih kebaikan yang ada di sisi-Nya dan anugerah Allah silih berganti turun kepadanya dalam setiap waktu, shalatnya mendatangkan karunia Allah, bacaan Al-Qur’annya mendatangkan karunia Allah, dzikirnya mendatangkan karunia Allah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka, yaitu berupa bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata (yakni nikmat-nikmat surga yang menyenangkan hati mereka), sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (QS. As-Sajdah 32 ayat : 17)
Ketahuilah kaum arifin billah, hati mereka telah merasakan kenikmatan surga, padahal mereka masih berada di kehidupan dunia ini, bahkan, sebagian mereka mengatakan : Andaikan penghuni surga merasakan kenikmatan yang sedang kami rasakan ini, sungguh mereka berada dalam kehidupan yang bahagia
Panjatkanlah doamu yang penuh harap kepada Tuhanmu, dan beramal-lah dengan ikhlas ketahuilah, sebagian orang yang menelantarkan shalatnya, terlintas dihatinya pikiran yang jelek padahal ia berada di dalam shalat, ia menghadap kehadirat Allah sementara hati dan pikirannya berlumuran dengan kotoran maka Al-Imam Hasan Al-Bashri, beliau berkata : Setiap shalat yang dikerjakan dengan hati yang tidak hadir, maka ia akan lebih mendatangkan bencana
Lakukanlah sebab-sebab yang mendatangkan keridhaan Allah, meskipun segala bentuk amal ibadah itu akan dapat di laksanakan dengan taufik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Apa yang akan kalian ucapkan wahai manusia di hadapan Tuhan kalian kelak ? apakah kalian akan berkata : Ya Allah aku telah melaksanakan shalat dan menyembah-Mu maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan berkata kepadamu, siapa yang mentakdirkanmu untuk berbuat taat dan menelantarkan orang lain sehingga mereka tidak berbuat keta’atan pada saat yang mulia seperti ini dan menidurkan mereka ?
Siapakah yang membangunkanmu dari tidurmu, dan membuat orang lain lalai ? siapakah yang mempermudah bagimu sebab-sebab keta’atan, sementara orang lain diharamkan atas hal tersebut semua anugerah tersebut hanyalah berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita memiliki Allah, sebaik-baik Tuhan, Allah yang memberi taufik dan Allah yang menerima amal ibadah kita
Semoga Allah tidak mengharamkan kita dari keberkahan bulan Ramadhan juga rahasia-rahasianya, cahaya-cahayanya, serta berbagai pemberian yang telah Allah turunkan di dalamnya sehingga, kita mengambil bagian dari cahaya yang diberikan kepada orang-orang yang hatinya bercahaya, serta mengambil bagian dari kehadiran yang diberikan kepada orang-orang yang hatinya hadir
Semoga Allah menyadarkan kita atas kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan terhadap-Nya dan terhadap Nabi-Nya semoga Allah memandang orang yang berdosa diantara kita, lalu mengampuninya, dan memandang orang yang bermaksiat diantara kita lalu memberinya taubat serta memandang kepada orang yang jauh diantara kita, lalu Allah mendekatkannya, juga memandang orang yang terputus diantara kita, lalu menyambungnya
Semoga Allah menghilangkan kerasnya hati kita apakah ada diantara kalian, jika ia duduk menyendiri akan merasa tenang dengan Tuhannya ? tentu tidak hal ini, apakah penyebabnya ? hal tersebut disebabkan oleh kotoran hati yang menguasai hati manusia dan sebab kerasnya hati adalah mata pencaharian yang buruk
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : Sekali-kali tidak bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka (QS. Al-Muthaffifin 83 ayat : 14)
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberiku dan kalian ketaqwaan dengan porsi yang besar dan jatah yang berlimpah alangkah agungnya karunia yang telah disediakan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, sebagaimana telah disebutkan di dalam al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memuliakan mereka dan memuji sikap mereka
Semoga Allah menjadikan kita termasuk sebagai hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Taqwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, mendekatlah pada Tuhan kalian, terus-meneruslah mengerjakan amal-amal yang shaleh, dan mintalah taufik dari-Nya kembalilah kalian kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya, serta perbanyaklah istighfar
Semoga Allah mendekatkan kita kepada-Nya, baik jasmani kita maupun rohani kita, semoga Allah membentangkan ridha-Nya kepadaku dan kepada kalian, semoga Allah membentangkan ampunan-Nya bagiku dan bagi kalian, semata karena keutamaan dan kedermawanan-Nya, semoga Allah menerangi mata hati kita, dan menjernihkan batin kita. Aamiin
Sumber : Kitab Al-Mawaid Ar-Ramadhaniyyah


