Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita hingga sampai pada hari ini yang penuh dengan hembusan rahmat di setiap waktu. Telah datang bulan Sya’ban, maka bangunlah wahai manusia.
Sya’ban adalah bulan ke-8 dalam kalender bulan-bulan Hijriah yang penuh berkah, datang setelah bulan ke-7 yaitu Rajab, dan sebelum bulan ke-9 yaitu Ramadhan. Sya’ban hadir agar kamu bersiap diri untuk menghidupkan Ramadhan dan merasakan keberkahannya. Jadikanlah bulan Sya’ban sebagai bulan untuk berlatih dan tempat untuk mendidik diri kamu menekuni ibadah yang selama ini mungkin masih kamu lalaikan di hari-hari biasa.
Jika biasanya kamu hanya salat di rumah atau di tempat kerjamu, maka cobalah untuk merutinkan salat berjamaah di masjid. Setidaknya, berusahalah untuk selalu mengejar takbiratulihram bersama imam di bulan ini. Lakukanlah itu agar kamu terbiasa. Sehingga saat Ramadhan tiba nanti, kamu merasa ringan dan mudah untuk menjalankan seluruh salat tepat waktu.
Jangan sampai kamu melewatkan Subuh, dan janganlah pula melewatkan Isya berjamaah. Jika kamu melewatkannya, sungguh kamu sedang mendzalimi dirimu sendiri dengan kerugian yang besar. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Barang siapa yang shalat Isya berjamaah, maka pahalanya seperti dia telah salat malam selama setengah malam. Dan barang siapa yang shalat subuh berjamaah (beserta Isya tadi), maka seperti dia telah salat malam sepanjang malam.
Artinya, Allah menerima ibadahmu seperti kamu mendirikan shalat sepanjang malam, padahal kamu tidur malam itu. Cukup dengan meluangkan waktu 10 menit untuk shalat Isya berjamaah dan 15 menit untuk shalat Subuh berjamaah. Dua shalat berjamaah ini menjadikan waktu yang sangat singkat. Tidak lebih dari setengah jam dianggap seperti kamu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala sepanjang malam.
Karena Allah mengetahui bahwa kamu lemah, Dialah yang menciptakanmu, Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah sebagaimana disampaikan dalam firman Allah pada QS. An-Nisa ayat : 28). Allah mengetahui kelemahanmu dan tahu bahwa kamu bisa merasa bosan dan tidak sanggup berdzikir sepanjang malam.
Allah menerima darimu yang sedikit, namun Allah menginginkan darimu himmah (tekad dan semangat yang kuat dalam beribadah dalam melakukan amal-amal kebaikan).
Sumber : Faedah Maulana Syekh Yusri Jabr al-Hasani)

