TAHUN ISLAM DIMULAI DARI MUHARRAM

TAHUN ISLAM DIMULAI DARI MUHARRAM

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Pada masa Umar bin Khattab, surat-surat resmi negara Islam mulai menimbulkan masalah. Ada surat yang tertulis Sya’ban. Tapi Sya’ban yang mana ? Tahun berapa ? Tidak ada penanggalan resmi.

Akhirnya Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat. Mereka berdiskusi : Sejak kapan kita memulai kalender Islam ? Ada yang mengusulkan dari kelahiran Nabi Muhammad saw, ada yang mengusulkan dari wafat beliau, dan ada yang mengusulkan dari turunnya wahyu pertama.

Namun akhirnya para sahabat sepakat memilih satu peristiwa yaitu pada saat hijrah Nabi Muhammad saw karena sejak hijrah itulah Islam tidak lagi sekadar keyakinan pribadi. Ia berubah menjadi peradaban.

Lalu muncul pertanyaan kedua : Kalau begitu, bulan pertama tahun Islam apa ? Mereka memilih Muharram. Karena Muharram datang setelah musim haji berakhir. Saat kaum muslimin pulang dari Arafah dengan lembaran hidup yang baru.

Seakan-akan Allah mengajarkan bahwa awal tahun bukan dimulai dengan pesta tetapi dimulai setelah taubat, pengampunan, dan tekad dalam memperbaiki diri. Bulan Muharram bukan istimewa karena angka tahunnya bertambah.

Muharram istimewa karena para sahabat menjadikannya simbol sebuah pertanyaan : Setelah semua ibadah dan perjalanan hidup yang telah berlalu, apakah aku siap memulai lembaran yang lebih baik.

Bulan Muharram telah tiba. Bukan hanya kalender yang berganti, tetapi semoga hati juga ikut ditata. Tinggalkan yang membuat kita jauh dari Allah dan mulailah langkah baru dengan taubat, harapan, dan amal yang lebih baik.

Karena sebaik-baik tahun yang baru adalah tahun yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih dekat kepada-Nya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: