Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, perlu kita ingat, kita renungkan dan evaluasi saat kita menunaikan sholat setiap hari tapi masih mudah marah, masih berkata kotor dan kasar, dan masih melakukan perbuatan maksiat.
Maka renungkanlah, jangan-jangan sholat kita selama ini hanya sebatas mengugurkan kewajiban sajah, dan tidak dilakukan dengan penuh keikhlasan semata mengharap ridho Allah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bersabda : Barang siapa yang sholatnya tidak dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka sholatnya tidak menambah apa-apa selain semakin jauh dari Allah. (HR. Thabrani)
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, ibadah sholat bukan sekadar kewajiban, tapi cermin hubungan kita dengan Allah. Kalau hubungan itu rusak, sinyalnya pasti kelihatan maka lihatlah pada diri kita masing-masing. Apakah sholat kita mengubah sikap kita lebih baik ? apakah setelah sholat kita merasa lebih dekat kepada Allah ?
Jangan hanya sholat karena takut dosa tapi sholatlah untuk membangun kedekatan hati dan jiwa kita dengan Allah Subhanahu Wata’ala, maka berusahalah untuk memperbaiki kualitas ibadah sholat kita sehingga ibadah sholat yang kita tunaikan mampu menjaga diri kita dari perbuatan keji dan mungkar dan ibadah sholat yang kita tunaikan menjadi ibadah yang diterima oleh Allah sehingga ibadah sholat kita bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu Wata’ala.
Akhirul kalam, Sholatlah tepat pada waktunya, dan jadikan sholatmu sebagai hal yang utama dalam hidupmu dan teruslah tingkatkan kualitas ibadah sholat kita dan kualitas ibadah-ibadah lainnya semoga dengan ini Allah melimpahkan rahmat, keberkahan, kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

