Tersesatnya Manusia Saat Jauh Dari Allah Dan Al-Qur’an

Tersesatnya Manusia Saat Jauh Dari Allah Dan Al-Qur’an

Oleh: Dzikri Ashiddiq

Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, semakin jauh manusia dari Allah dan Al-Qur’an, maka semakin besar pula peluangnya tersesat dalam gelapnya dunia. Hati menjadi kosong akal kehilangan arah dan malas dalam beribadah dan melakukan amal-amal kebaikan sehingga jiwanya mudah dikuasai oleh hawa nafsu serta bisikan setan.

Saat manusia dikuasai oleh hawa nafsu dan bisikan setan maka munculah berbagai bentuk kemaksiatan dan berbagai perbuatan buruk lainnya di muka bumi ini seperti kezaliman, korupsi yang merajalela hingga banyak orang yang rela melakukan apapun demi harta yang haram.

Dan saat ini media berita tengah ramai mengabarkan sebuah berita yang membuat hati para perempuan teriris dan merasa tidak aman di tempat yang seharusnya merasa aman. Seolah tidak ada lagi tempat yang benar-benar memberi perlindungan, bahkan di dalam lingkup keluarga sendiri.

Hilangnya fitrah manusia sebagai makhluk penyayang yang seharusnya melindungi keluarga namun justru menjadikan kerabat terdekat sebagai objek fantasi yang menyimpang, ini semua dikarenakan jauhnya manusia dari Allah dan petunjuk Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an, Iblis berkata : bahwa ia akan menyesatkan manusia dari depan, belakang, kanan, dan kiri mereka, dengan tujuan agar mereka berpaling dari Allah. (QS. Al-A’raaf 7 ayat : 16-17).

Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, jika manusia sudah tergoda dan terjebak dalam rayuan setan, maka ia akan kesulitan melihat kebenaran, karena hati nuraninya sudah tertutup oleh kotoran-kotoran dosa yang ia perbuat sehingga cahaya dan petunjuk Al-Qur’an terhalang masuk ke dalam hatinya.

Mereka yang disesatkan oleh Iblis sehingga semakin jauh dari Allah, semakin jauh dari cahaya dan petunjuk Al-Qur’an dan semakin jauh dari jalan kebenaran maka jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah dan segeralah kembali kepada Allah serta raihlah kembali cahaya dan petunjuk Al-Qur’an agar hatimu kembali hidup dan kembali bercahaya sehingga engkau mendapatkan kembali petunjuk Al-Qur’an yang akan membimbingmu dalam meraih kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Serta senantiasalah untuk memperbanyak doa untuk memohon perlindungan kepada Allah dari buruknya hawa nafsu dan dari bisikan serta gangguan setan. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : Pelindung orang-orang beriman adalah Allah yang mengeluarkan mereka dari kegelapan pada cahaya iman. (QS. Al-Baqarah 2 ayat : 257)

Akhirul kalam, semoga kita semua senantiasa selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala, dan dijauhkan dari segala keburukan dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal Alamin.     

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: