TIDAK SEMUA KELIMPAHAN ADALAH KEBAIKAN (TADABBUR QS. AL-MA’IDAH AYAT : 100)

TIDAK SEMUA KELIMPAHAN ADALAH KEBAIKAN (TADABBUR QS. AL-MA’IDAH AYAT : 100)

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Kadang kita melihat seseorang dengan harta yang melimpah, usaha yang besar, dan penghasilan yang terus bertambah. Lalu kita mengira itulah puncak rezeki. Padahal, dalam pandangan Allah, ukuran rezeki tidak hanya soal banyaknya yang dimiliki, tetapi juga kebaikan yang ada di dalamnya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman : Katakanlah (Muhammad), tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu (QS. Al-Maidah ayat : 100). Ayat ini mengingatkan bahwa sesuatu yang tampak banyak dan mengagumkan belum tentu lebih baik sebaliknya, sesuatu yang sederhana bisa jauh lebih bernilai jika Allah meletakkan keberkahan di dalamnya.

Rezeki yang banyak belum tentu membuat hati tenang. Namun rezeki yang berkah akan menghadirkan rasa cukup, syukur, dan ketenteraman. Karena sejatinya, yang membuat hidup terasa lapang bukanlah besarnya angka di tangan kita, melainkan besarnya keberkahan yang Allah titipkan di dalamnya.

Sering kali kita menilai keberhasilan dari apa yang terlihat berupa jumlah saldo tabungan, omzet yang terus naik, atau aset yang semakin banyak. Padahal, tidak semua yang bertambah membuat hati semakin bahagia.

Ada orang yang hidup sederhana tetapi selalu merasa cukup. Ada pula yang memiliki banyak hal, namun tetap diliputi rasa kurang dan gelisah. Di situlah letak perbedaan antara rezeki yang sekadar banyak dan rezeki yang benar-benar diberkahi.

Keberkahan membuat rezeki yang sedikit terasa cukup, yang sederhana terasa nikmat, dan yang dimiliki menjadi jalan mendekat kepada Allah. Karena pada akhirnya, tujuan seorang muslim bukan hanya mengumpulkan harta, tetapi juga mencari ridha-Nya dalam setiap rezeki yang diterima.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita rezeki yang halal, baik, dan penuh keberkahan. Aamiin.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: