Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, sebelum Isra Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, ada sebuah peristiwa penting yang mesti di ingat oleh umat Islam. Peristiwa itu ialah saat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam berada di fase paling berat dimana saat itu beliau kehilangan dua orang yang paling ia sayangi yaitu Abu Thalib (pamannya) dan Khadijah (istrinya), bahkan saat itu dakwah beliau mendapat penolakan.
Bahkan saat beliau pergi menuju Thaif untuk menyampaikan dakwah dengan membawa harapan semoga penduduk Thaif menerima dakwahnya namun harapan itu belum terwujud dimana penduduk Thaif belum menerima dakwah beliau dan tahun itu disebut sebagai Amul Huzni yaitu tahun kesedihan. Secara manusiawi, ini merupakan situasi dan kondisi yang berat.
Saat itu manusia menolak dakwah beliau, namun lihatlah di balik itu sekelompok jin dari Nashibin datang dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, lalu mereka berkata : Kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan (QS. Al-Jinn ayat : 1) dan perkataan bangsa jin itu diabadikan dalam al-Qur’an.
Tak lam kemudian, mereka beriman. Dan yang mengejutkan mereka kembali kepada kaumnya. Bukan untuk menikmati petunjuk dan hidayah iman itu sendiri, tapi untuk mengajarkan apa yang baru mereka dapat dan pahami dari ajaran Islam kepada kaumnya.
Dan perhatikan pola yang dilakukan oleh bangsa jin saat mereka mendengar dan memperhatikan bacaan al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, polanya yaitu mendengar, kemudian mereka beriman, setelah mereka beriman selanjutnya mereka bertanggung jawab atas imannya dengan menyampaikan dan mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Karena Dakwah tidak menunggu sempurna. Namun ia menunggu kejujuran hati. Dari peristiwa tersebut tersimpan sebuah hikmah dimana yang paling pertama bergerak kadang bukan yang paling lama belajar, tapi yang paling jujur menerima kebenaran.
Jika dakwah tetap hidup bahkan saat manusia menolak, maka yang mematikannya hari ini bukan kekurangan ilmu tapi hilangnya rasa tanggung jawab.

