SEORANG MUSLIM TETAP TEGUH MENJALANI KEHIDUPANNYA

SEORANG MUSLIM TETAP TEGUH MENJALANI KEHIDUPANNYA

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, jika ditanya optimis atau pesimis sama masa depan ? aku ingin menjawab yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sukai. Aku menyukai Al Fa’l. Sahabat bertanya, apa itu Al Fa’l ya Rasulullah ? Beliau menjawab : Kalimat yang baik.

Makna kalimat baik dalam hadits itu adalah optimisme dan seorang muslim harus memiliki keteguhan dalam menjalani kehidupannya. Sebab ia tahu nasibnya bukan pada atasannya bukan pada materi duniawi tapi pada Allah semata. Seorang Muslim itu mengilmui dua hal utama yaitu ia yakin bahwa janji dan jaminan Allah pasti benar tapi ia juga memahami bagaimana realitas dunia berjalan.

Dan ketika situasi sedang tidak baik saja, ia selalu mengambil ikhtiar semaksimal ia mampu sembari sadar betul bahwa Allah sudah mengatur yang terbaik dan paling rapi penataan-Nya. Biarkan hari-hari berjalan sebagaimana kehendaknya, dan tenangkan jiwamu ketika takdir telah ditetapkan.

Jangan gelisah oleh peristiwa duniawi, sebab tidak ada kejadian dunia yang abadi dan jadilah seorang yang tegar menghadapi setiap ujian serta jadikan kelapangan hati serta kesetiaan sebagai sifatmu. (Imam Asy-Syafi’i). Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : Barang Siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberinya jalan keluar, dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS. Ath-Thalaq ayat : 2-3).

Di dunia yang sedang tidak pasti ini, seorang muslim tetap melanjutkan kehidupannya karena ia mengilmui kepastian-kepastian. Yaitu prasangka baik pada Allah, ujungnya pasti, sunnatullah dalam semesta, kaidahnya pasti, dan janji-janji Allah akan kemenangan umat Islam, juga pasti.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: