Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Lubna al-Qurtubiyyah atau Lubna of Cordoba (927-984) merupakan seorang muslimah yang namanya begitu terkenal di kalangan istana kekhalifahan Umayyah pada masa khalifah Abd al-Rahman III, di abad 10. Ia adalah sekretaris dan juru tulis dari Khalifah Abd al-Rahman III dan putranya al-Hakam. Menurut keterangan sejarahnya, Lubna adalah seorang budak dari Spanyol yang kemudian memiliki peranan penting di istana kekhalifahan Umayyah di Cordoba.
Menurut sejarawan Ibnu Fayyad, saat itu banyak perempuan di Cordoba yang bekerja menyalin manuskrip, termasuk Al-Qur’an dengan tulisan Kufi. Bahkan budak perempuan juga ikut mengajarkan Al-Qur’an, puisi dan kaligrafi. Salah satu yang paling terkenal adalah Lubna, perempuan cerdas yang kemudian diangkat menjadi kepala perpustakaan Cordoba, perpustakaan terbesar di Eropa saat itu dengan sekitar 400.000 buku. Lubna tidak hanya mengurus perpustakaan, tapi juga pergi ke Baghdad, Kairo, dan Damaskus untuk mencari buku-buku baru. Ia ikut menyalin hadis, menerjemahkan karya ilmuwan seperti Archimedes dan Euclid, hingga dikenal sebagai perempuan yang menyimpan begitu banyak ilmu di kepalanya.
Lubna bukan cuma penjaga perpustakaan Cordoba, tapi juga seorang matematikawan hebat. Lubna juga mengajar matematika kepada anak-anak di luar istana, dan dikenal sangat mencintai ilmu. Menurut cendekiawan Andalusia, Ibn Bashkuwal, tidak ada perempuan lain di istana Umayyah yang sehebat Lubna dalam menulis, tata bahasa, puisi dan matematika. Kisahnya menjadi bukti bahwa seorang perempuan yang dulu hanyalah budak bisa tumbuh menjadi tokoh ilmu yang dihormati di Cordoba.
