Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, coba sesekali merenung saat makan. Ternyata satu piring makanan itu tidak sesederhana yang kita kira. Bersyukur, karena ada begitu banyak tenaga, waktu, dan proses yang Allah mudahkan lalu akhirnya kita tinggal menikmati.
Ustadzah Aisyah Farid Binti Syekh Abu Bakar, menjelaskan syukur saat makan bukan hanya mengucap Alhamdulillah setelah kita selesai menikmati makanan tapi coba kita merenung akan nikmat Allah yang begitu besar dalam sepiring makanan yang kita makan.
Betapa mudahnya Allah menghadirkan makanan di depan kita. Kita menikmatinya tanpa lelah menanamnya. Tanpa harus pergi ke laut menangkap ikannya, tanpa harus mengolah tanah, menunggu panen, atau melalui semua proses panjang itu.
Allah yang mendatangkannya dari laut, Allah yang menumbuhkannya dari tanah, Allah yang menggerakan begitu banyak tangan hingga akhirnya makanan itu sampai kepada kita. Kadang kita hanya melihat satu piring makanan, padahal di baliknya ada begitu banyak kasih sayang Allah yang bekerja.
Maka syukur adalah ketika hati mampu menyadari bahwa tidak ada satu suapan pun yang sampai ke mulut kita tanpa rahmat dari Allah.


