IRMA Online
Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Jawa Barat melaksanakan penutupan pesantren digital pada Jumat malam (7/4/2023) melalui Zoom yang disiarkan langsung melalui youtube channel IRMA Jawa Barat.
Ketua Panitia Rifa Anggyana mengatakan bahwa tahun ini kita menyelenggarakan pesantren digital dengan jumlah peserta kuang lebih 155.000 lebih siswa SMA/SMK/SLB/MA se-Jawa Barat.
Alhamdulillah kegiatan telah terlaksana dengan lancar selama lima hari, selain pematerian juga ada kultum menjelang buka puasa. Juga setiap malam Jumat kita melaksanakan pengajian.
Peserta sangat antusias mengikuti dengan baik dan nanti akan diberikan E-Sertifikat bagi para peserta yang mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
Kemudian, IRMA Jawa Barat sampai saat ini sangat eksis terus menggelora dan banyak diminati, bahkan di setiap sekolah IRMA nya sangat aktif yang tadinya berbeda-beda sekarang seragam agar terkordinir.
Kepengurusan nya terbentuk dari tingkat Jawa Barat, cabang dinas, kabupaten/kota serta sekolah dan madrasah. IRMA Jawa Barat mempunyai media sosial dari facebook, youtube, instagram, dan tiktok yang followers nya sangat banyak.
Ini menandakan dakwah digital yang diselenggarakan IRMA Jawa Barat bisa terus eksis ditambah lagi IRMA Jawa Barat memiliki website yang di dalamnya terdapat artikel keagamaan, puisi Islami, cerpen Islami dan info kegiatan lainnya.
Lalu ada buletin Jumat SuaraIRMA yang sekarang sudah tiga tahun lebih ada quotes IRMA. Mudah-mudahan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan tetap kompak.
Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Jawa Barat, Awan Supawarna, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa tahun ini kita dapat menyelenggarakan acara pesantren digital yang juga merupakan bagian dari kegiatan di SmarTren sekaligus di malam ini kita juga berharap berkah dan barokah dari peringatan Nuzulul Quran.
Selain itu, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh jajaran IRMA Jawa Barat yang telah melaksanakan kegiatan pesantren digital ini, dan semoga kegiatan ini akan terus bisa dilanjutkan di masa-masa yang akan datang. Supaya kegiatan-kegiatan ini juga bisa terus dilakukan walaupun secara resmi pesantren digital ini ditutup.
Kita telah memasuki masa yang dikatakan revolusi yang ditandai berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan ini turut merubah sistem dan juga budaya pembelajaran kita menjadi lebih fleksibel terbuka dan variatif.
Oleh karena itu hadirnya pesantren digital ini merupakan suatu solusi yang tepat dalam menyongsong era digital saat ini dan kedepannya.
Salah satu fokus kita dalam Dinas Pendidikan salah satunya adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan, peningkatan mutu pendidikan ini dilihat dari literasi numerasi dan karakter.
Harapan kami dalam kegiatan pesantren digital ini akan meningkatkan karakter di anak-anak kita sehingga anak-anak kita bisa menjadi pelindung, menjadi orang-orang yang bisa memerangi hal-hal yang tidak baik yang terjadi di masa ini.
Kita sangat prihatin dengan banyak nya kejadian tawuran dan bullying, sekali lagi harapan kita anak-anak yang ikut di pesantren digital ini yang jumlahnya sangat luar biasa bisa mewarnai dan memberi warna kepada siswa-siswi yang lain sehingga apa-apa yang terjadi yang kurang baik di saat-saat ini bisa kita kurangi atau hilangkan di masa-masa yang akan datang.
Malam ini juga merupakan malam Nuzulul Quran semoga hidup kita lebih teratur dan lebih bermakna yang membuat kita bisa lebih dekat dengan Al-Quran dan bisa lebih memahami isi tentang Al-Quran ini.
Harapan dari program pesantren digital dan peringatan Nuzulul Quran ini, hal yang harus tertanam pada kita semua adalah akan mendapatkan ilmu keagamaan yang lebih dalam salah satunya kita bisa mempererat silaturahim terutama diantara siswa-siswi baik yang disatu sekolah maupun diluar sekolah yang terikat dalam satu organisasi IRMA ini.
Kemudian juga dengan pesantren digital ini diharapkan tumbuh dan tertanam kemandirian diantara siswa-siswi, kemudian juga diharapkan sedikit faham terhadap isi Al-Quran serta mendapat nilai kebaikan di sisi Allah SWT.
Ketua Umum DPP AGPAII, Drs. KH. Endang Zainal, M.Ag., dalam tausiyah nya menyebutkan bahwa salah satu kemuliaan bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya kitab suci Al-Quran sebagaimana di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185. Pada bulan Ramadhan diturunkannya Al-Quran, makanya sampai sekarang kita kenal menjadi budaya di Indonesia adanya peringatan Nuzulul Quran saat diturunkannya kitab suci Al-Quran. Untuk apa Al-Quran itu hudallinnas sebagai petunjuk untuk seluruh manusia.
Maka Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dari Allah itu akan bisa berfungsi sebagai petunjuk apabila kita membacanya, bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyampaikan sugesti pada kita semua apabila kita ingin memiliki hati yang lunak mudah menerima tausiyah pepatah dari siapapun maka salah satunya hendaklah kita rajin membaca Al-Quran.
Ada tiga hal kata Rasul yang apabila kita memilikinya maka lunaklah hati kita yaitu baca Al-Quran, memberi makan kepada orang yang kelaparan khususnya memberikan takjil ketika orang sedang berpuasa dan shalat tengah malam ketika orang-orang tertidur lelap.
Ini pentingnya kita membaca Al-Quran, hati kita akan lunak ketika membaca Al-Quran. Al-Quran tidak cukup dengan dibaca harus kita fahami.
Oleh karena itu, mari kita terus menerus dan mengajak generasi muda kita untuk memahami nilai nilai yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran. Al-Quran akan menjadi pedoman dan petunjuk bagi kita apabila setelah kita membacanya kita memahaminya juga kita mengikuti nilai yang terdapat dalam Al-Quran tersebut.
Dalam suasana puasa ini dengan tema mengokohkan iman dan raqwa melalui kemuliaan bulan suci Ramadhan yang penuh rahmah di Ramadhan ini memang segalanya istimewa bahkan Rasulullah SAW bersabda bagi orang yang berpuasa maka dia akan mendapat dua kesenangan, dua kebahagiaan yaitu ketika berbuka dan dijamin oleh baginda Rasul akan berbahagia ketika bertemu dengan Allah tentunya nanti di yaumul jaza.
Selain berpuasa Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 110, barang siapa yang berharap menginginkan bertemu dengan dengan Tuhan-Nya maka syarat nya hanya ada dua yaitu hendaklah beramal yang sholeh. Artinya semua amal sholeh itu akan menjadi wasilah pertemuan kita dengan Allah. Yang kedua yaitu menjauhkan diri dari syirik baik itu syirik jali maupun syirik khafi.
Editor : Cyntia Nur Wulan

