CARA MEMBANGUN DISIPLIN ANAK

CARA MEMBANGUN DISIPLIN ANAK

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah, mungkin hampir semua orang tua pernah berkata : Berapa kali ayah dan Ibu harus mengingatkan ? Hari ini diingatkan, besok lupa lagi, lusa diulang lagi, dan rasanya melelahkan. Lalu kita mulai bertanya, Kenapa anakku tidak pernah disiplin ?

Menariknya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak membangun manusia dengan perubahan yang instan. Beliau membangun kebiasaan seperti salat yang ditunaikan lima kali sekari, doa yang diucapkan setiap hari, dan adab mulia yang dipraktikan berulang-ulang. Karena dalam Islam, iman dan karakter tidak tumbuh dari satu nasihat. Tapi dari kebiasaan yang terus dijaga.

Dan ternyata, sains menjelaskan mengapa. Dalam riset neuroscience dijelaskan, setiap perilaku yang terus diulang akan memperkuat neural pathways, jalur di otak yang membentuk kebiasaan. Semakin sering dilakukan, semakin mudah otak mengulanginya. Itulah sebabnya, anak tidak berubah karena sekali dinasihati. Mereka berubah karena dibiasakan. (Siegel, 2012).

Hal yang sama ditemukan dalam Dunedin Study, salah satu penelitian longitudinal paling berpengaruh di dunia. Anak yang sejak kecil belajar mengembangkan self-control memiliki peluang lebih besar untuk : hidup lebih sehat, berprestasi lebih baik, memiliki hubungan yang lebih baik, dan lebih siap menghadapi tantangan saat dewasa. (Moffitt et al, 2011).

Mungkin itu sebabnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tidak pernah lelah mengulang kebaikan. Karena beliau sedang membentuk karakter. Sedikit demi sedikit, hari demi hari. Sampai akhirnya kebaikan itu menjadi bagian dari diri seseorang.

Jangan berkecil hati jika hari ini anakmu masih harus sering diingatkan. Karena karakter tidak dibentuk dalam satu hari. Ia tumbuh dari ribuan kebiasaan kecil yang dilakukan dengan sabar dan penuh kasih.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: