Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, dalam kehidupan ini manusia sering kali tidak merasa puas dan cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah. Hal ini disebabkan oleh pandangan yang terlalu lama tertuju pada nikmat yang dimiliki oleh orang lain.
Namun, ketika seseorang mulai menyadari kelebihan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada dirinya, maka hatinya akan merasa cukup, dan ia akan termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur.
Ustadz Abdul Somad, menjelaskan bahwa kekayaan sejati bukanlah terletak pada banyaknya harta benda yang dimiliki, melainkan pada kekayaan jiwa yang merasa cukup dengan pemberian Allah. Karena sejatinya seseorang yang merasa cukup dengan pemberian Allah maka ia akan dianugerahi kekayaan pada hatinya dan inilah hakikat kekayaan yang sesungguhnya.
Jika kita merasa puas dan cukup dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wata’ala berikan kepada kita maka kita akan menjadi orang yang meraih hakikat kekayaan yang sesungguhnya yang terletak pada hatinya bukan pada materi duniawi yang bersifat sementara.
Sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, mengingatkan kepada umatnya. Jika seorang anak Adam memiliki satu lembah yang penuh dengan emas, maka dia akan menginginkan lembah emas lainnya. Bahkan hingga mulut manusia di penuhi oleh tanah, maka ia tidak akan pernah merasa puas.
Padahal Allah Subhanahu Wata’ala, telah memberikan nikmat yang besar kepada kita. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak (QS. Al-Kautsar 108 ayat : 1)
Dengan demikian, jadilah seorang hamba Allah yang pandai bersyukur dan merasa cukup dengan pemberian Allah adalah kunci kebahagiaan dan kekayaan sejati, yang tidak terpengaruh oleh banyaknya harta benda.
