Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta’ala, penyebutan Bani Israil (42 kali dalam al-Qur’an) selalu merujuk kepada keturunan Nabi Ya’qub dari 4 istrinya diantaranya : istri pertama (Li’ah) melahirkan enam anak diantaranya : Rawabin, Sami’un, Lawiyah, Yahudza, Badzakir dan Dzambalan, istri kedua (Rahil) melahirkan dua anak diantaranya : Yusuf dan Bunyamin, istri ketiga (Zalifah) melahirkan dua anak diantaranya : Za’ad dan Asyir dan istri keempat (Barihah) melahirkan dua anak diantaranya : Dana dan Naftalia
Yang mesti dicatat, Bani Israil yang disebut di dalam al-Qur’an merujuk pada keturunan Nabi Ya’qub, ada beberapa pandangan mengapa mereka disebut Yahudi, sebagian mufassir menyorot peristiwa penyembahan anak sapi yang disampaikan dalam surah Al-A’raf 7 ayat : 156) ada yang menyandarkan pada sikap gemetar mereka ketika membaca Taurat, ada juga yang menyebutkan bahwa kata Yahudi disandarkan pada Yahudza (anak ke empat Nabi Ya’qub)
Sekalipun masih banyak perbedaan karena penyebutan Yahudza berbeda dengan Yahudi, yang satu pakai huruf dzal dan satunya lagi pakai huruf dal yang perlu dicatat, Yahuud di dalam al-Qur’an merujuk pada orang-orang Yahudi, sebagaimana yang disebutkan dalam surah al-Maidah 5 ayat : 82
Adapun dengan Ahlul Kitab sekitar 31 kali, kata Ahlul Kitab disebut di dalam al-Qur’an, para mufasir masyhur seperti Imam ath-Thabari, Imam al-Qurtubi, juga Imam Ibnu Katsir berpegang pada pendapat yang mengatakan bahwa Ahlul Kitab adalah Yahudi dan Nasrani
Dalam al-Qur’an, jika disebut Yahudi, sudah pasti yang buruk, berbeda dengan Bani Israil yang meskipun banyak dibahas keburukannya namun masih ada kebaikan pada mereka begitupun dengan Ahlul Kitab, yang Allah sebut laisuu sawaa, artinya mereka itu tidak sama ada yang imannya benar kepada Allah, ada juga yang menyimpang
Setelah wafatnya Nabi Sulaiman alaihi sallam, keturunan Nabi Ya’qub alaihi sallam terpecah menjadi dua golongan besar yang pertama, kelompok Yahudza (kerajaan selatan) yang mendapat dukungan dari Yahudza dan Bunyamin dan yang kedua, kelompok Israil (kerajaan utara) yang mendapat dukungan dari sepuluh keturunan lainnya dan disebut pula Samaria sampai jatuhnya mereka ke tangan bangsa Assyiria
Walaupun pada akhirnya mereka bersatu kembali, namun masalahnya adalah mereka mengubah isi Kitab Taurat, lalu dari Taurat menjadi Talmud dan Allah Subhanahu wa ta’ala sebut watak mereka yang suka merubah-rubah kitab suci yang disampaikan dalam surah al-Maidah 5 ayat : 41
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir ath-Thabari, Tafsir al-Qurtubi, Tafsir al-Misbah
