Rabiul Awal Bulan Cahaya, dan Bulan Perubahan Bagi Peradaban

Rabiul Awal Bulan Cahaya, dan Bulan Perubahan Bagi Peradaban

Oleh: Dzikri Ashiddiq

Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, di bulan ini, lahir manusia paling mulia, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Beliau yang mengajarkan bahwa hidup bukan sekadar berjalan di batas kemampuan kita, tapi melampauinya demi ridha Allah.

Lahirnya cahaya di tengah kejahiliyahan umat. Dunia yang dipenuhi kezaliman, kebodohan, dan kesyirikan. Kehadiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menepis kegelapan itu, atas izin-Nya membawa cahaya iman dan ilmu.

Beyond The Limit dalam dakwah. Ejekan, boikot, dan pengusiran. Sosok yang pada saat itu dicintai dan dipercaya harus menghadapi pahitnya perlakuan buruk dari masyarakat Arab. Semua itu beliau lakukan demi menyebarkan risalah Allah.

Beyond The Limit, dalam berkasih sayang. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, menyebarkan kasih sayang kepada setiap orang, bahkan sekalipun pada pembencinya. Hatinya terjaga dari benci, lisannya terjaga dari perkataan yang menyakiti.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, menjadi cahaya bagi peradaban.  dengan ujian kehilangan bertubi-tubi, tidak membuat beliau berhenti memperbaiki generasi, melahirkan peradaban Islam yang berdikari dengan iman, islam, dan akhlak mulia.

Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, mari jadikan bulan Rabiul Awal ini sebagai momentum Beyond the Limit. Ikuti jejak teladan mulia Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dalam ilmu, amal, dan dakwah. Agar cahaya itu terus menyinari perjalanan umat hingga akhir zaman.

Akhirul kalam, mari jadikan bulan penuh cahaya ini sebagai pengingat, bahwa setiap langkah bersama Allah dan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam selalu bernilai tidak terbatas.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: