NIAT YANG LURUS DAN AKHLAK YANG MULIA

NIAT YANG LURUS DAN AKHLAK YANG MULIA

Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, ibadah shalat rutin kita tunaikan baik yang wajib maupun yang sunah, dzikir bisa rutin, sedekah bisa besar. Namun lisan yang menyakiti dan sikap yang merendahkan orang lain perlahan menggerogoti setiap nilai pahala dari ibadah.

Surga bukan tentang siapa yang paling sibuk beribadah saja, tapi siapa paling baik memperlakukan setiap makhluk ciptaan Allah. Karena ibadah kepada Allah tidak pernah terpisah dari akhlak mulia kepada setiap makhluk yang Allah ciptakan di dunia ini.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdakwah dengan kemuliaan akhlaknya. Memaafkan yang melukai, dan mendahulukan adab yang baik sebelum memberi nasihat. Akhlaknya menuntut pengorbanan, tapi menenangkan umat.

Senyum bisa menjadi kebiasaan dan sabar bisa menjadi beban. Namun saat diniatkan karena Allah, semuanya berubah menjadi ibadah yang tidak pernah sia-sia. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memohon agar Allah membaguskan akhlaknya. Akhlak bukan bakat, ia adalah karunia yang harus diminta dan di ikhtiarkan.

Amal bisa terlihat besar, tapi tanpa akhlak ia mudah untuk pudar. Karena cahaya ibadah dijaga oleh akhlak yang mulia, dan nilai amal dihidupkan oleh niat yang tulus dan lurus. Mulai perbaiki dari yang paling dalam yaitu hati, sikap, dan cara memperlakukan sesama.

Dan Amal tanpa akhlak akan lelah di tengah jalan adapun akhlak tanpa niat akan segera kehilangan arah. Namun saat keduanya bersatu, saat amal diiringi dengan akhlak yang mulia dan akhlak diiringi dengan niat yang tulus dan lurus hidup menjadi lebih bermakna, dan akhir usia kita akan penuh dengan kebaikan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: