Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, cara setan memperdaya manusia adalah dengan membuat manusia menyalahkan diri sendiri akan apa yang terjadi, sebenarnya normal untuk bertanya alasan di balik setiap peristiwa namun setan seringkali membuat kita lupa, kalau beberapa hal memang telah ditakdirkan dan tidak ada sesuatu apapun yang bisa menghalangi jika Allah sudah berkehendak
Kemudian sebagian yang lain terjadi karena itu adalah bagian dari gambaran besar yang belum sepenuhnya kita pahami nanti kita baru mengerti setelah gambaran takdir dari Allah semakin jelas dan memahami bahwa ujian adalah kepingan dari gambaran besar di masa depan yang di dalamnya menyimpan kebaikanĀ sebagaimana kisah perjalanan kehidupan para Nabi dan Rasul mereka adalah manusia-manusia mulia terpilih, yang semasa hidupnya selalu menghadapi banyak ujian
Sebagaimana Nabi Yusuf Alaihissalam di buang ke dalam sumur, oleh saudara-saudaranya sendiri, kemudian menjadi budak sampai dipenjara namun di akhir kisah Nabi Yusuf as beliau menjadi bendahara kerajaan Mesir dan berhasil menyelamatkan negeri dari musim paceklik lalu ia dapat bertemu lagi dengan ayah dan saudara-saudaranya
Begitu juga dengan Nabi Muhammad Saw yang tumbuh dalam keadaan yatim bahkan beliau menghadapi cacian, hinaan, kelaparan, dan peperangan dalam kondisi berbagai ujian Nabi Muhammad Saw berhasil menyempurnakan ajaran Islam dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia bahkan para peneliti barat dan orang-orang non Muslim mengakui Nabi Muhammad Saw sebagai manusia paling berpengaruh di dunia
Pembaca yang dirahmati Allah SWT, ujian demi ujian datang dalam kehidupan memiliki tujuan kebaikan dalam kehidupan para Nabi juga umat Islam maka dari itu, berhentilah menyalahkan diri sendiri dan jangan biarkan kita jatuh ke dalam jebakan setan tetapi ikutilah langkah mulia para Nabi dan Rasul Allah SWT, yaitu dengan meminta pertolongan juga petunjuk pada Allah SWT dari setiap ujian
Akhirul kalam, semoga Allah SWT, memberi kita taufiq sehingga kita bisa digolongkan dengan orang-orang sholeh. Aamiin
