Oleh : Dzikri. Ashiddiq. Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala, Banyak yang mengira Isra Mi’raj hanyalah peristiwa ajaib menembus langit. Tapi jarang yang membahas bahwa perjalanan ini lahir dari air mata yang mendalam dari manusia paling mulia, yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Dimana saat itu beliau kehilangan dua orang terkasihnya yaitu Sayyidatina Khadijah RA (istrinya) dan Abu Thalib (pamannya). Dalam keadaan berduka, beliau pergi ke Tha’if berharap mendapat bantuan. Namun, beliau justru dihina, diusir, dan dilempari batu hingga tubuhnya berdarah. Dalam kondisi dan situasi beliau saat itu beliau memanjatkan doa kepada Allah doa tersebut ialah Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku inilah titik di mana sandaran pada makhluk benar-benar terputus.
Saat itu Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menjemput Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, beliau dibawa melakukan perjalanan malam ke Baitul Maqdis. Di sana, beliau memimpin shalat bersama para Nabi terdahulu. Setelah itu beliau naik menembus tujuh lapis langit hingga sampai ke Sidratul Muntaha.
Allah mengangkat derajat beliau setinggi-tingginya untuk membuktikan bahwa kesedihan di bumi tidak ada apa-apanya dibanding kemuliaan yang Allah siapkan. Dari peristiwa Isra Mi’raj ini, turunlah perintah shalat. Shalat adalah cara Allah memberikan sebuah kebahagiaan yang sangat berharga untuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan untuk kita sebagai umatnya.
Saat ujian hidup terasa berat, maka shalat adalah momen untuk mengadu langsung kepada Allah karena sebaik-baik sandaran dan tempat meminta hanya kepada Allah semata. Jadi, jika hari ini hatimu terasa berat oleh ujian bisa jadi Allah sedang mengosongkan hatimu dari ketergantungan pada dunia, agar Allah bisa mengisinya dengan kehadiran-Nya yang luar biasa istimewa.
Semoga dalam momentum Isra Mi’raj ini hati dan jiwa kita senantiasa dekat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sehingga hidup kita senantiasa mendapat limpahan rahmat, keberkahan, dan pertolongan dari Allah Subhanahu Wata’ala.
