Oleh: Dzikri Ashiddiq
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, para salaf ketika hendak masuk masjid, mereka bisa menghadirkan sekian banyak niat baik. Misalnya : niat I’tikaf, niat baca al-Qur’an, niat melakukan shalat sunnah dan sekian banyak niat-niat baik lainnya
Barang siapa tidak bisa pasang niat baik, maka hendaknya meniru para tokoh Ulama dan berniat sebagaimana mereka berniat. Maka saat dia memulai amal perbuatannya, ia ucapkan setelah berusaha menghadirkan niat : misalnya Aku meniatkan dengan perbuatan ini sebagaimana Sayyidina al-Faqih Muqoddam meniatkan, dan siapapun yang termasuk orang-orang yang keluasan ilmunya, ma’rifatnya, dan pengetahuannya akan niat baik sudah diketahui
Al-Habib Ahmad bin Al-Atthas pernah berkata : jika seseorang tidak mampu menghadirkan banyak niat baik dalam amalnya, maka hendaknya dia berujar : aku berniat sebagaimana para salafus shaleh berniat di dalam makan, di dalam minum, di dalam kebiasaan sehari-harinya. Karena mereka selalu memiliki niat yang baik pada setiap amal perbuatan dan niat yang baik akan menjadikan adat (kebiasaan) menjadi ibadah
Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri berkata : jika Allah telah memberimu taufiq (dorongan untuk ibadah), maka tidaklah kamu hidup di dunia kecuali kamu akan memperoleh ganjaran dan pahala baik itu saat sedang gerak, maupun saat sedang diam. Bahkan tatkala tidur jika kamu tidur tujuanmu untuk taat kepada Allah, atau mengisi tenaga untuk taat kepada Allah, maka kamu akan memperoleh pahalamu dalam tidurmu, bahkan dalam makanmu ketika engkau makan dan makanmu kamu niatkan untuk mengisi kekuatan dalam taat kepada Allah maka kamu akan memperoleh pahala kebaikan dari makanmu
Pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mari senantiasa untuk menanamkan niat-niat yang baik dari seluruh aspek kehidupan kita sehingga usia, waktu, dan setiap aktivitas kita bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Sumber : Kalam Al-Habib Muhammad bin Abdillah Al-Haddar
