Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Oleh: Dzikri Ashiddiq

Pembaca yang dirahmati Allah Swt, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan, keistimewaan dan keutamaan, maka sudah semestinya kita sebagai umat Islam menyambut kedatangan bulan ramadhan penuh dengan rasa syukur, memuliakannya dan menghormatinya

Mari kita manfaatkan datangnya bulan Ramadhan untuk meraih ridho, rahmat, dan ampunan Allah Swt yaitu dengan mengisi usia, waktu dan hari demi hari di bulan ramadhan dengan ketaatan kita kepada Allah Swt, dengan menunaikan perintah Allah Swt, dengan beribadah dan dengan melakukan berbagai amal-amal kebaikan dan jangan sampai kita melalaikan dan menyia-nyiakan datangnya bulan ramadhan

Datangnya bulan Ramadhan setiap tahunnya menjadi anugerah terindah yang Allah SWT anugerahkan kepada orang-orang yang beriman dimana dalam bulan ramadhan ampunan Allah terbuka luas bagi setiap hamba-hambanya, rahmat Allah begitu besar di dalam bulan ramadhan

Bagi seorang hamba yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari perhitungan (hisab) di akhirat kelak maka ia akan segera menyambut bulan ramadhan dengan penuh kesungguhan ia akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk mengisi setiap detik di bulan ramadhan dengan amal-amal kebaikan

Bulan ramadhan merupakan anugerah Allah yang sangat besar yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, begitu besarnya kasih sayang Allah pada kita

Nabi Muhammad Saw bersabda : Bulan Ramadhan yang diberkahi telah datang kepada kalian, di dalamnya Allah telah mewajibkan puasa, pada bulan itu pintu surga terbuka luas, pintu neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu, di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaikan) (HR An-Nasa’i)

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, marilah kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan pada tahun berikutnya yang di dalamnya penuh dengan kemuliaan, keistimewaan dan keutamaan

Allah SWT, memuji bulan ini dan mengistimewakannya dari bulan-bulan lainnya, karena pada bulan Ramadhan al-Qur’an diturunkan Allah SWT berfirman : Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil) karena itu, barang siapa yang memasuki bulan itu, maka berpuasalah (QS. Al-Baqarah 2 ayat : 185)

Marhaban Ya Ramadhan (selamat datang wahai Ramadhan) dan tidak lupa kita selalu berdoa kepada Allah SWT : Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami kembali dengan bulan Ramadhan yang akan datang (HR. Ahmad)

Pembaca yang dirahmati Allah SWT, ada beberapa hal yang mesti kita ingat saat kita memasuki bulan Ramadhan, yang pertama, sambutlah Ramadhan penuh dengan rasa syukur dan keikhlasan semata untuk meraih ridho, rahmat, dan ampunan Allah SWT dan arahkan pikiran dan hati kita hanya kepada Allah dalam seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan

Yang kedua, tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk istiqamah dalam beramal shaleh dan beribadah pada bulan Ramadhan dan selepas bulan Ramadhan, ingatlah sabda Nabi Muhammad Saw : Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu, maka senantiasalah kita untuk selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar Allah menganugerahkan keikhlasan dalam setiap ibadah dan amal-amal kebaikan kita

Yang ketiga, iringi ibadah puasa Ramadhan kita dengan kesabaran dimana ada dua kondisi yang membutuhkan kesabaran penuh dalam menunaikan puasa Ramadhan, karena bila kita tidak bersabar atasnya maka puasa kita tidak akan bernilai pahala di sisi Allah SWT dan yang di dapat hanyalah rasa haus, lapar dan letih saja

Diantara bentuk kesabaran itu adalah :  yang pertama, sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, yang kedua, sabar dalam menahan diri dari terjerumus dalam perbuatan dosa

Yang keempat, iringi puasa Ramadhan kita dengan semangat berbagi dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dimana puasa Ramadhan mengajarkan setiap umat muslim merasakan rasa lapar dan haus hal ini sebagai pengingat bahwa ada saudara-saudara kita yang berada dalam kondisi lapar dan kekurangan

Dalam kondisi tersebut, apabila ia mempunyai kelebihan rezeki, niscaya dia akan menyalurkannya kepada yang membutuhkan, di sinilah muncul empati sosial terhadap saudara-saudara kita yang kurang mampu, inilah salah satu bentuk keteladanan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad Saw : Dari Ibnu Abbas radiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan pada saat Malaikat Jibril menemui beliau, Jibril menemui Nabi setiap malam pada bulan Ramadhan lalu membacakan al-Qur’an kepada beliau, ketika ditemui Jibril, Rasulullah Saw benar-benar lebih dermawan dalam kebaikan dari pada angin yang berhembus (HR. Bukhari)

Yang kelima, anggaplah Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita tunaikan karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan pada tahun-tahun berikutnya dengan ini maka kita akan berusaha menjadikan bulan Ramadhan tahun ini menjadi bulan Ramadhan terbaik kita yang kita isi dengan ketaatan kepada Allah, dengan ibadah dan amal-amal kebaikan  

Akhirul kalam, Ya Allah, berilah keselamatan kepadaku untuk menghadapi (Ramadhan), berilah kesejahteraan Ramadhan untukku dan terimalah ibadah Ramadhan dariku. Aamiin             

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Baca Juga: